LEBAK, – Kepedulian terhadap masyarakat adat Baduy tak cukup hanya lewat kata-kata. Paguyuban Urang Banten (PUB) menunjukkan aksi nyata dengan menyerahkan 70.000 bibit tanaman untuk membantu menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan di wilayah Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.
Penyerahan puluhan ribu bibit itu dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-8 PUB di Rumah Pajaroan, kediaman Jaro Pamarentah Kanekes, Minggu (25/10/2026). Gubernur Banten, Bupati Lebak, jajaran pemerintah daerah, tokoh Banten, serta para Baris Kolot Baduy Dalam dan Baduy Luar turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Rumah Pajaroan dipadati pengurus dan anggota PUB dari berbagai daerah, bersama para tokoh adat yang hadir mengenakan busana khas Baduy.
Namun, di balik penyerahan puluhan ribu bibit tersebut, ada persoalan serius yang menjadi perhatian: keterbatasan tanah ulayat di tengah pertambahan jumlah penduduk Baduy.
Tanah Terbatas, Penduduk Terus Bertambah
Ketua PUB, Ka Mpik H. Taufik Ruqi, menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat Baduy dalam memenuhi kebutuhan hidup, terutama pangan.
Menurutnya, tanah ulayat sebagai tumpuan kehidupan masyarakat adat memiliki batas yang harus dihormati. Di sisi lain, jumlah penduduk terus bertambah sehingga diperlukan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan kelestarian adat.
“Tanah ulayat yang terbatas, sementara penduduk Baduy terus bertambah. Maka dibutuhkan lahan garapan baru di luar tanah ulayat agar penyediaan pangan mereka tetap seimbang dengan pertambahan penduduk,” ujar Ka Mpik.

Dia menegaskan, peringatan HUT ke-8 PUB bukan sekadar seremoni organisasi. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong langkah konkret bagi keberlangsungan hidup masyarakat Baduy.
Bagi PUB, masyarakat Baduy merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Urang Banten. Karena itu, menjaga kelestarian adat dan mendukung kebutuhan hidup masyarakatnya menjadi tanggung jawab bersama.
Gubernur: Jaga Baduy, Jaga Martabat Banten
Gubernur Banten mengapresiasi inisiatif PUB yang menyerahkan 70.000 bibit tanaman kepada masyarakat adat Baduy. Dia menegaskan, Baduy bukan sekadar kekayaan budaya, melainkan juga identitas dan kebanggaan Banten.
“Menjaga Baduy berarti menjaga alam. Menjaga alam berarti menjaga martabat Banten,” tegas Gubernur dalam sambutannya.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat adat perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan tradisi leluhur.
Puluhan ribu bibit yang diserahkan terdiri atas tanaman pangan, tanaman keras, dan tanaman produktif. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan di lahan penyangga di luar tanah ulayat, dengan tetap memperhatikan aturan adat dan perlindungan kawasan yang disakralkan masyarakat Baduy.
Dindikbud Banten Turut Mendukung
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Melalui Sekretaris Dindikbud bersama Bidang Kebudayaan, dilakukan koordinasi untuk menghadirkan para Baris Kolot dari Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bibit secara simbolis oleh Gubernur Banten bersama Ketua PUB Ka Mpik kepada Jaro Pamarentah Kanekes. Prosesi itu disaksikan para Baris Kolot dan tokoh Banten yang hadir.
Kegiatan dilanjutkan dengan tradisi murak tumpeng PUB dan makan bersama di tepas Rumah Kajaroan, Kampung Kaduketug, Kanekes.
Peringatan HUT ke-8 PUB ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat adat. Harapannya, pelestarian warisan leluhur Baduy dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. (Red)


