BEKASI, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk memperluas kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri. Hal itu disampaikan saat berkunjung bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banten ke SMK Mitra Industri MM2100 di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/11/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari dan mengembangkan model pendidikan kejuruan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri, khususnya di Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, hari ini atas inisiasi Apindo Banten, kami dapat meninjau langsung SMK Mitra Industri MM2100,” ujar Andra Soni.
SMK Mitra Industri MM2100 dikenal sebagai sekolah percontohan yang menerapkan konsep link and match secara langsung dengan dunia industri. Sekolah yang berdiri sejak 16 Februari 2011 itu dikelola oleh Yayasan Mitra Industri Mandiri, bekerja sama dengan Kawasan Industri MM2100 dan Forum Komunikasi Kerja Sama Sekolah dengan Industri (FKKSM) MM2100.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andra meninjau proses pembelajaran, fasilitas praktik, laboratorium, serta ruang kelas. Ia juga menyaksikan kemampuan bahasa asing para siswa—Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, dan Jerman—yang menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja.
“Saya memahami bahwa Apindo ingin kita melanjutkan diskusi tentang bagaimana Provinsi Banten dapat memiliki dan mengembangkan sekolah kejuruan yang bermitra erat dengan pelaku industri,” kata Andra.
Kepala Sekolah SMK Mitra Industri MM2100, Lispiyatmini, menjelaskan bahwa sekolah tersebut berdiri di atas lahan dua hektar dan kini memiliki delapan program keahlian. Program tersebut meliputi teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik kendaraan ringan, akuntansi, teknik permesinan, perhotelan, teknik sepeda motor, dan teknik kimia industri.
Saat ini, sekolah memiliki 2.169 siswa dan 100 tenaga pengajar. Setiap siswa dan guru diwajibkan mengamalkan lima nilai utama, yakni kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian.
“Untuk penerimaan siswa baru, tes dilakukan oleh pihak eksternal,” ujar Lispiyatmini.
Menutup kunjungan, Gubernur Andra menyampaikan harapannya agar dunia usaha turut berperan aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi di Banten.
“Saya berharap Apindo Banten dapat memberikan dukungan penuh agar anak-anak Banten juga memiliki kesempatan memperoleh pendidikan vokasi dengan kualitas seperti yang dimiliki sekolah ini,” pungkasnya. (Red)



