SERANG, – Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Tito Istianto, SE, MSi menyambut positif peresmian 3.395 Jembatan Merah Putih TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD oleh Presiden Prabowo Subianto.
Peresmian infrastruktur tersebut diikuti secara virtual sejumlah pejabat di Banten dari Jembatan Merah Putih Presisi Polri di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis (13/8/2026).
Hadir mengikuti kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, serta Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.
Tito menilai pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih merupakan bukti nyata kehadiran negara yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Ini bukti nyata bahwa negara hadir sampai ke pelosok. Jembatan dan air bersih adalah dua kebutuhan dasar yang dirasakan langsung rakyat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, TNI, Polri, dan Pak Gubernur Andra Soni yang terus mengawal Banten,” kata Tito kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Dia juga memberikan apresiasi khusus atas pembangunan 145 jembatan di wilayah hukum Polda Banten. Menurut Tito, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan wilayah Polda lainnya di Indonesia.
“145 jembatan di Banten. Ini luar biasa. Artinya anak-anak kita di Bayah, di pelosok Lebak dan Pandeglang, tidak lagi terputus akses ke sekolah, pasar, maupun puskesmas gara-gara jembatan putus,” ujarnya.
Tito mengatakan semangat yang disampaikan Presiden Prabowo mengenai TNI sebagai tentara rakyat dan Polri sebagai polisi rakyat harus terus diteruskan, khususnya oleh generasi muda.
“KNPI Banten siap menjadi mitra. Setelah jembatan dibangun, mari kita isi dengan peningkatan SDM. Pemuda harus ikut menjaga, merawat, dan memanfaatkan jembatan ini untuk menggerakkan ekonomi. Setelah ada air bersih, kita edukasi pemuda untuk menjaga sumber airnya,” katanya.
Selain peresmian infrastruktur, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan bakti kesehatan bagi sekitar 1.500 warga serta layanan SIM keliling bagi pengemudi ojek online (ojol).
Tito menilai rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Ini pengabdian. Ini kemerdekaan yang dirasakan. KNPI Banten mendukung penuh program-program yang langsung menyentuh rakyat, termasuk mereka yang berada di wilayah paling jauh dan terpencil, seperti arahan Presiden,” pungkasnya. (Red)


