LEBAK, – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, SH menyambut baik program Jaksa Mandiri Pangan yang diluncurkan Kejaksaan Agung RI melalui penanaman cabai dan bawang merah di Desa Lebak Asih, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (22/11/2025).
Hasbi mengatakan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan menggambarkan kedaulatan bangsa. Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar mantan anggota DPR RI itu kepada media, Sabtu (22/11/2025)
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak mendukung penuh program tersebut, salah satunya melalui kolaborasi penanaman cabai dan bawang merah di Desa Lebak Asih.
“Ketahanan pangan akan terwujud bila swasembada tercapai. Program Jaksa Mandiri Pangan ini selaras dengan Asta Cita Presiden,” kata Hasbi.
“Ini juga sejalan dengan tiga fokus pembangunan Pemkab Lebak pada 2026, yakni infrastruktur jalan, ketahanan pangan, dan penanganan kemiskinan ekstrem,” tambahnya.
Hasbi mengungkapkan, hasil riset Telkom University menunjukkan kondisi pH tanah di Desa Lebak Asih ideal untuk pengembangan komoditas cabai dan bawang merah.
“Insya Allah kolaborasi ini dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Potensi Panen 14–15 Ton Cabai
Kepala Kejaksaan Negeri Lebak Onneri Khairoza mengatakan, program Jaksa Mandiri Pangan bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penanaman dua komoditas bernilai ekonomi tinggi.
“Kami fokus pada cabai dan bawang merah karena prospek pasarnya baik bagi masyarakat,” katanya.
Penanaman telah dimulai pada 15 Oktober dengan estimasi masa panen sekitar 90 hari, sehingga diperkirakan memasuki panen pada Januari 2026.
“Potensi panen cabai mencapai 14–15 ton,” ujarnya.
Peluang Sentra Bawang Merah Baru
Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, menilai Kabupaten Lebak berpeluang menjadi sentra bawang merah baru di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan saat kegiatan tanam bawang dalam program Jaksa Mandiri Pangan di Desa Lebak Asih pada hari yang sama.
Reda menjelaskan, inisiatif ini berangkat dari evaluasi kontribusi produk hortikultura Banten yang masih sekitar 0,5 persen di pasar nasional.
“Kami mencari penyebabnya. Salah satu kemungkinan adalah komoditas yang ditanam kurang sesuai,” ujar mantan Kajati Banten tersebut.
Kejaksaan menggandeng Telkom University melakukan riset tanah di Tangerang, Lebak, dan Pandeglang untuk menentukan komoditas yang paling cocok. Lahan-lahan itu dijadikan pilot project.
“Dulu yang ditanam melon dan singkong. Namun, penelitian menunjukkan tanah lebih cocok untuk cabai merah dan bawang merah. Di Tangerang sudah dicoba, hasilnya produktivitas meningkat, ukuran bawang lebih besar, dan pendapatan masyarakat ikut naik,” kata Reda.
Ia menambahkan, pemerintah pusat mendukung inisiatif ini. Bupati Lebak juga memfasilitasi langsung uji coba di wilayahnya.
“Kalau pilot project berhasil, petani lain bisa mengikuti. Jika pendapatan naik, minat petani otomatis meningkat,” ujarnya. (Red)



