PANDEGLANG, –Perselisihan soal penyewaan mobil berujung maut di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Seorang pria bernama Iin Supriatman (47) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh belasan orang.
Peristiwa bermula saat korban diduga tidak mengembalikan mobil sewaan sesuai kesepakatan. Kendaraan tersebut diketahui disewa sejak Februari 2026 selama 30 hari dengan nilai transaksi sekitar Rp7 juta. Namun, lebih dari satu bulan berlalu, mobil tak kunjung dikembalikan dan keberadaan korban sulit dilacak.
Polisi menyebut kondisi itu memicu emosi pemilik kendaraan hingga melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan di wilayah Cikedal pada 16 April 2026.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf, S.Tr, S.IK mengatakan situasi langsung memanas saat korban ditemukan.
“Korban ditemukan di Cikedal, kemudian terjadi tindakan kekerasan oleh para pelaku,” kata Alfian kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Setelah itu, lanjut Alfian korban dibawa ke wilayah Jiput dan kembali mengalami kekerasan. Korban bahkan sempat diikat menggunakan tali rafia dan lakban.
“Korban sempat diikat menggunakan tali rafia dan lakban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa dalam kondisi luka parah, korban kemudian dibawa ke Mapolsek Jiput pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Petugas yang melihat kondisi korban langsung membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun nyawa korban tak tertolong.
“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul di sejumlah bagian tubuh. Luka serius ditemukan di kepala dan dada yang menyebabkan pendarahan fatal.

Polisi telah mengamankan 14 orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya diduga sebagai pelaku utama berinisial GM (50). Para tersangka diketahui merupakan warga di wilayah yang sama.
Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk kendaraan dan alat yang digunakan saat kejadian. Sementara mobil yang menjadi sumber persoalan masih dalam proses pencarian.
“Kasus ini masih kami kembangkan, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan,” pungkasnya. (Yus)

