SERANG, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menegaskan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan saat anak lahir. Upaya pencegahan harus dimulai sejak masa remaja, sebelum kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudja Hastuti, mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap stunting hanya disebabkan kurang makan. Padahal, penyebab stunting sangat kompleks dan melibatkan banyak faktor.
“Masih ada anggapan bahwa stunting hanya karena kurang makan. Padahal penyebab stunting itu multisektor dan saling berkaitan,” kata Ati kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Ati menjelaskan, faktor penyebab stunting tidak hanya terkait asupan gizi. Pola asuh yang kurang tepat, sanitasi lingkungan yang buruk, infeksi berulang, anemia, faktor genetik, hingga kondisi ekonomi dan pendidikan keluarga juga berperan besar.
“Lingkungan yang tidak sehat dapat memicu stunting. Kurangnya sanitasi menyebabkan diare berulang, cacingan, infeksi saluran pernapasan, hingga pneumonia,” ujarnya.
Menurutnya, anak yang sering mengalami infeksi akan sulit tumbuh optimal karena nutrisi yang masuk lebih banyak digunakan untuk melawan penyakit dibandingkan mendukung pertumbuhan tubuh.
“Anak yang sering sakit akan sulit tumbuh optimal karena nutrisi yang masuk digunakan untuk melawan infeksi, bukan untuk pertumbuhan tubuh,” tambahnya.
Ati menekankan kesehatan remaja putra dan putri menjadi salah satu kunci dalam menciptakan generasi yang sehat. Sejak usia remaja, perlu dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi, mencegah anemia, rutin memeriksakan kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjaga kesehatan reproduksi.
Ia mengingatkan anemia pada remaja tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak di masa mendatang.
“Anemia menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen dan nutrisi. Jika terjadi pada calon ibu, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah meningkat, janin sulit berkembang optimal, risiko asfiksia saat lahir naik, dan potensi stunting pada anak menjadi lebih besar,” jelasnya.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dinilai sangat penting. Langkah tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan calon ayah dan ibu, mendeteksi risiko penyakit, mengenali faktor genetik, mempersiapkan kehamilan sehat, serta mencegah stunting sejak dini.
“Cek kesehatan bukan untuk menghambat pernikahan, tetapi untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tegas Ati.
Selain itu, Ati mengingatkan bahwa anak yang terlihat kenyang belum tentu mendapatkan gizi yang cukup. Untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, anak membutuhkan protein hewani, zat besi, zinc, asam folat, serta konsumsi sayur dan buah yang cukup.
“Pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otak sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan berkualitas,” katanya.
Dinkes Banten juga masih menemukan sejumlah anggapan keliru di masyarakat, seperti ibu hamil tidak boleh makan ikan, anak kecil tidak boleh banyak mengonsumsi ikan, pemeriksaan kesehatan dianggap tidak penting, pernikahan usia dini dianggap biasa, hingga kehamilan lebih dipercaya ditangani dukun.
“Padahal pola pikir seperti ini dapat meningkatkan risiko stunting dan masalah kesehatan lainnya,” ujarnya.
Menurut Ati, penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dukungan sekolah, masyarakat, pemerintah, penyediaan sanitasi dan air bersih, serta edukasi yang berkelanjutan sangat dibutuhkan.
“Stunting merupakan masalah bersama yang berdampak pada masa depan generasi kita. Semakin cepat pencegahan dilakukan, semakin besar peluang menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan sejak remaja, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta mempersiapkan kehamilan dengan baik.
“Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba dan pencegahannya harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Ati berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, mempersiapkan kehamilan yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi tumbuh kembang anak.
“Karena mencegah stunting bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang menyiapkan generasi Banten yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” pungkasnya. (Aldo)


