Oleh: Kartini Mega Dzikrullah

Banten selama ini identik sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan kawasan industri dan pelabuhan. Namun di balik itu, provinsi ini menyimpan beragam destinasi ekowisata yang masih alami dan belum banyak tersentuh wisatawan.

Mulai dari pulau tropis, hutan mangrove, hingga pegunungan dan desa wisata, Banten menawarkan pengalaman wisata berbasis alam yang autentik. Berikut sejumlah destinasi ekowisata di Banten yang memikat namun masih jarang diketahui:

*Pulau Peucang

IMG_202604101_232257009-300x168 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Pulau Peucang dikenal sebagai surga kecil dengan perpaduan keindahan laut dan darat. Pasir putih yang halus serta air laut jernih menjadikannya spot snorkeling favorit. Terumbu karang yang terjaga menjadi habitat berbagai biota laut.

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat melihat rusa liar yang berkeliaran bebas di sekitar penginapan. Pengelolaan wisata yang dibatasi membuat ekosistem tetap lestari dan menjadikan Pulau Peucang sebagai contoh ideal ekowisata bahari.

BACA JUGA :  Deni Hermawan Resmi Dilantik Jadi Kepala BPSDM Banten, Siap Perkuat Integritas ASN

*Pulau Handeuleum

IMG-20260411-WA0080-300x204 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Berbeda dari Peucang, Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman eksplorasi hutan mangrove dan sungai. Wisatawan dapat menyusuri sungai dengan kano sambil mengamati satwa liar seperti burung, monyet ekor panjang, hingga jejak banteng.

Suasana yang tenang dan minim gangguan menjadikan pengalaman di sini terasa lebih alami dan edukatif.

*Gunung Karang

IMG_202604101_232321020-300x201 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui
Potret Gunung Karang di atas

Bagi pecinta pendakian, Gunung Karang menawarkan jalur yang menantang dengan hutan yang masih asri. Kabut tipis, udara sejuk, dan suara alam menciptakan suasana menenangkan.
Pendaki diimbau menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan prinsip ekowisata yang bertanggung jawab.

*Curug Putri Tahura

IMG_202604101_232335602-300x168 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Air terjun ini berada di kawasan hutan konservasi dengan suasana yang masih sangat alami. Akses menuju lokasi cukup menantang karena harus trekking, namun hal tersebut justru menjaga keasrian kawasan.
Curug ini cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman menyatu dengan alam.

BACA JUGA :  Hari Jadi ke-152, DPRD Pandeglang Soroti Pembangunan Jalan

*Rawa Dano

IMG_202604101_232344471-300x225 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Rawa Dano merupakan cagar alam dengan ekosistem rawa air tawar yang unik. Kawasan ini sering diselimuti kabut, menciptakan suasana tenang dan mistis.
Aktivitas yang dilakukan umumnya berupa penelitian, fotografi alam, dan pengamatan burung, dengan akses terbatas untuk menjaga kelestarian.

*Desa Wisata Cikolelet

IMG_202604101_232357678-300x169 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Desa ini menawarkan wisata berbasis masyarakat, mulai dari bertani, kerajinan, hingga kuliner tradisional. Selain itu, terdapat sejumlah curug tersembunyi yang masih alami dan belum banyak terekspos. Perjalanan menuju lokasi curug dilakukan dengan trekking ringan hingga menengah, memberikan pengalaman petualangan sekaligus relaksasi.

*Pantai Bagedur

IMG_202604101_232410635-300x200 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Pantai Bagedur memiliki garis pantai panjang dengan pasir cokelat yang khas. Suasana yang masih sepi membuat wisatawan dapat menikmati ketenangan serta berinteraksi dengan nelayan lokal.
Minimnya pembangunan turut menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

BACA JUGA :  Bulan Maulid, Anggota DPRD Banten dari PKS KH.Iip Makmur Banyak Job Ceramah

*Situ Gunung

IMG_202604101_232417612-300x200 Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Situ Gunung menawarkan danau alami yang dikelilingi hutan dan perbukitan hijau. Destinasi ini cocok untuk relaksasi, trekking ringan, hingga berkemah.
Suasana yang sejuk dan tenang menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat.

Potensi Besar, Tantangan Nyata
Ekowisata di Banten dinilai masih belum terkomersialisasi secara masif seperti di Bali atau Yogyakarta. Hal ini justru memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik.

Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses, minimnya promosi, hingga infrastruktur yang belum memadai. Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan wisatawan juga berpotensi merusak ekosistem.

Karena itu, pengembangan ekowisata di Banten perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan pelestarian alam dan kearifan lokal.

Ekowisata Banten bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman menyeluruh yang menggabungkan keindahan alam, edukasi lingkungan, dan interaksi budaya. Justru karena belum banyak diketahui, pesonanya menjadi semakin istimewa. (*)