PANDEGLANG, – Suasana haru mewarnai Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026) pagi. Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani tak kuasa menahan tangis saat melepas keberangkatan Tim SAR gabungan yang kembali melakukan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Raden Dewi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terlebih dahulu meninjau Posko SAR. Setibanya di lokasi, dia langsung masuk ke ruang informasi Basarnas untuk mendapatkan laporan terbaru mengenai perkembangan pencarian.
Bupati kemudian meninjau dapur umum Dinas Sosial Provinsi Banten dan dapur umum Brimob Polda Banten.
Raden Dewi selanjutnya diminta memimpin apel pagi sekaligus Apel Kesiapsiagaan Tim SAR gabungan sebelum operasi pencarian memasuki hari keempat.
“Kita berdoa bersama, sebagai bentuk ikhtiar kita agar pencarian berjalan lancar, dan kelima jurnalis bersama tiga awak kapal bisa secepatnya ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Raden Dewi di Posko Pencarian Carita.
Saat melepas keberangkatan Tim SAR Basarnas menuju perairan sekitar Pulau Sertung, Ratu Dewi terlihat tersedu menahan tangis di hadapan sejumlah jurnalis.
Dia mendoakan keluarga para korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan selama menunggu kabar orang-orang tercinta.
Raden Dewi juga meminta seluruh personel SAR diberikan kesabaran dan keselamatan selama menjalankan operasi pencarian.
“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujarnya.
Satu Kapal Dikerahkan ke Pulau Sertung
Pada hari keempat pencarian, Tim Basarnas Banten mengerahkan satu kapal dengan delapan personel untuk menyisir perairan sekitar Pulau Sertung.
Koordinator Siaga Unit SAR Pandeglang, Teguh, mengatakan tim bergerak melakukan pencarian di kawasan tersebut sebagai bagian dari perluasan operasi SAR.
Sebelumnya, pada Kamis (10/9/2026), tim SAR gabungan menemukan sebuah jaket pelampung berwarna oranye di sekitar perairan Selat Sunda.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam pencarian lima jurnalis foto yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Dalam operasi pencarian, sebanyak 17 kapal gabungan diterjunkan untuk menyisir perairan Selat Sunda dan sejumlah pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga awak kapal dan lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal.
SAR Sisir 7 Sektor
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni juga turun langsung memantau operasi pencarian. Pada Rabu (9/9/2026) malam, Andra menggelar doa bersama para jurnalis, tim SAR gabungan, dan relawan di Posko SAR Gabungan Carita.
Doa bersama digelar untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Andra juga berdialog dengan tim SAR dan mendengarkan paparan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad mengenai perkembangan operasi pencarian.
Dalam operasi tersebut, wilayah pencarian dibagi menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama (alut) sistem keselamatan dikerahkan dengan melibatkan unsur Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.
Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) disebar mengelilingi kawasan Gunung Anak Krakatau.
Penyisiran difokuskan ke sejumlah sektor, mulai tenggara, barat laut, barat daya, timur, hingga perairan Krakatau dan sekitar Pulau Sebesi.
“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” ujar Al Amrad.
Namun hingga Rabu malam, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan.
Kondisi gelombang laut yang berubah-ubah serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menghentikan operasi pencarian. Tim SAR terus memetakan posisi kapal dan alat pencarian agar penyisiran dapat dilakukan secara maksimal.
Tim juga sempat menggunakan drone untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. (Red)


