PANDEGLANG, – Warga Kampung Sabi Tangtu, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Nurul Huda, RT 02/RW 02, Selasa (25/8/2026) malam.
Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri Kepala Desa Bangkonol Ade Sopyandi, ulama, ustaz, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Acara diisi dengan tawasulan, tausiah, doa bersama, dan penampilan marawis warga Kampung Sabi Tangtu.
Ketua Panitia Maulid Nabi, Ahmad Septiadi Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
“Maulid Nabi Muhammad ini bukan acara seremonial belaka, melainkan momen istimewa untuk kita mengenang, mempelajari, dan meneladani akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW,” kata Ahmad dalam sambutannya.

Ahmad juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.
Dalam kesempatan itu, Ahmad menyampaikan rencana DKM Nurul Huda merenovasi masjid menjadi dua lantai. Dia meminta dukungan masyarakat Kampung Sabi Tangtu agar rencana renovasi tersebut dapat terealisasi.
Sementara itu, Kepala Desa Bangkonol Ade Sopyandi,SH mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi yang digelar warga. Dia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Ade juga menyampaikan informasi terkait pelaksanaan sensus ekonomi yang saat ini berlangsung. Dia meminta warga tidak khawatir jika didatangi petugas sensus untuk melakukan wawancara.
“Sensus ekonomi ini untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Seluruh warga akan didata dan dikunjungi petugas yang telah ditunjuk,” ujar Ade.
Menurut Ade, hasil wawancara nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem untuk menentukan klasifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, warga diminta memberikan data sesuai kondisi sebenarnya.

Ade juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyalahkan apabila hasil pendataan berpengaruh terhadap penerimaan bantuan sosial.
“Jangan saling menyalahkan ketika ada yang mendapat bantuan dan ada yang tidak. Semua berdasarkan hasil pendataan dan kondisi masing-masing,” tuturnya.
Dia berharap masyarakat dapat mendukung proses pendataan agar berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat.
Usai penyampaian sambutan, peringatan Maulid Nabi dilanjutkan dengan tausiah oleh KH Ahmad Rifa’i atau yang dikenal dengan Kiyai Turki dari Malingping Kabupaten Lebak. Tausiah mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Teladan Kehidupan dalam Memperkokoh Silaturahmi dengan Kepedulian Bersama”.

Rangkaian acara sebelumnya diawali dengan tawasulan yang dipimpin Kiyai Eep Ependi. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Edi Junaedi, tokoh agama sekaligus pimpinan pengajian di Desa Bangkonol.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut semakin semarak dengan penampilan marawis dari masyarakat Kampung Sabi Tangtu. Mereka membawakan sejumlah lagu bernuansa Islami untuk menghibur sekaligus memeriahkan acara hari besar Islam tersebut. (Red)


