SERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengingatkan para orang tua untuk memberikan pendidikan agama yang cukup kepada anak. Menurutnya, pendidikan agama menjadi bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan.

Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Haflatul Quran Yayasan Al Izzah Serang Tahun Ajaran 2025-2026 di Gedung Serbaguna Yayasan Al Izzah, Kebaharan, Kota Serang, Sabtu (13/6/2026).

IMG-20260613-WA0102-300x200 Wagub Banten Dimyati Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama bagi Anak

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 365 siswa dari jenjang Raudhatul Atfal (RA), Madrasah Diniyah (MD), SD, SMP, SMA hingga Pondok Pesantren.

“Kesuksesan dan jabatan tidak ada artinya jika anak-anak kita tidak saleh dan tidak memiliki pengetahuan agama yang cukup. Yang bisa menyelamatkan kita di akhirat nanti di antaranya ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh,” kata Dimyati.

BACA JUGA :  Deden Apriandhi Resmi Dilantik Jadi Sekda oleh Gubernur Banten

Menurut Dimyati, anak merupakan investasi orang tua, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Karena itu, orang tua harus membekali anak dengan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan agama.

Ia juga mengapresiasi sistem pendidikan yang diterapkan Yayasan Al Izzah karena mengombinasikan pendidikan umum dan keagamaan. Menurutnya, model tersebut dapat melahirkan generasi Islami yang mampu berkiprah di tengah masyarakat maupun pemerintahan.

“Lulusan Al Izzah memiliki karakter yang berbeda. Mereka tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan umum yang kuat, tetapi juga pemahaman agama yang mendalam,” ujarnya.

Dimyati berharap pola pendidikan yang diterapkan Yayasan Al Izzah dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan umum dan agama.

BACA JUGA :  Bappeda se-Banten Samakan Persepsi Program Prioritas 2027

IMG-20260613-WA00981-300x200 Wagub Banten Dimyati Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama bagi Anak

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menjelaskan empat golongan manusia kepada ratusan wali murid yang hadir. Golongan pertama adalah manusia yang gemar mengeluh dan selalu mempersoalkan masalah yang dihadapi.

“Ini jangan sampai dicontoh,” tegasnya.

Golongan kedua adalah manusia biasa yang hanya membicarakan masalah tanpa berupaya mencari solusi. Golongan ketiga adalah manusia bijak dan cerdas yang memiliki pendidikan tinggi, namun minim pemahaman agama.

Sementara golongan terakhir adalah orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.

“Itulah yang diajarkan di yayasan ini,” pungkasnya. (Aldo)