SERANG – Volume sampah di Kota Serang mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan 1447 Hijriah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa, dengan total hampir menyentuh 400 ton per hari.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengungkapkan bahwa pada kondisi normal produksi sampah berada di angka 363 ton per hari. Namun sejak awal Ramadan, jumlah tersebut meningkat secara konsisten.

Lonjakan ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama meningkatnya pembelian makanan saat berbuka puasa dan sahur. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya limbah makanan yang terbuang.

Selain itu, aktivitas pedagang yang berlangsung hingga dini hari turut memperparah penumpukan sampah. Wilayah Kecamatan Serang tercatat sebagai penyumbang volume sampah terbesar selama periode ini.

BACA JUGA :  Ratusan Pencari Kerja Serbu Gerai Waralaba di Pandeglang, Antrean Mengular Sejak Pagi

Peningkatan paling tinggi terjadi pada malam takbiran. Aktivitas jual beli yang berlangsung hingga subuh menyebabkan sampah menumpuk di berbagai titik.

DLH mengerahkan petugas untuk melakukan pengangkutan hingga pukul 02.00 WIB. Sementara sisa sampah di beberapa lokasi diselesaikan pada siang hari berikutnya.

Meski terjadi lonjakan, DLH memastikan kondisi masih dapat dikendalikan berkat kerja intensif petugas di lapangan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, khususnya limbah makanan, serta membuang sampah sesuai jadwal agar proses pengangkutan berjalan optimal.