PANDEGLANG, –Kabar duka datang dari dunia pendidikan Islam dan Nahdlatul Ulama (NU) di Banten. Ulama kharismatik sekaligus pendidik, KH Aman Syairi AS, S.Ag., M.M., M.Si., wafat pada Kamis (16/7/2026) pukul 03.55 WIB di RS Drajat Prawiranegara, Kota Serang.

Kepergian Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Babunnajah sekaligus Ketua STAI Babunnajah Menes itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, civitas akademika, santri, alumni, dan masyarakat.

Salah satu alumni STAI Babunnajah sekaligus Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Entis Sumantri, mengaku sangat kehilangan sosok yang selama ini dianggap bukan hanya sebagai guru, tetapi juga orang tua dan teladan bagi generasi muda.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya guru sekaligus orang tua kami, Abah KH Aman Syairi AS. Beliau adalah sosok ulama kharismatik di Menes. Saya mengenal almarhum sejak menempuh pendidikan di STAI Babunnajah. Beliau pribadi yang baik, ramah, santun, penyayang, dan sangat peduli kepada para mahasiswanya,” kata Entis kepada wartawan usai pemakaman.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Terima Donasi Rp112,4 Juta dari Bank Banten untuk Korban Banjir Sumatera
IMG-20260709-WA0006-300x225 KH Aman Syairi AS Wafat, Alumni STAI Babunnajah: Kami Kehilangan Guru dan Sosok Orang Tua
Ini aktivitas disetiap sepertiga malam Almarhum KH. Aman Syairi semasa hidupnya.

Menurut Entis, semasa hidupnya KH Aman dikenal tak pernah lelah membimbing mahasiswa dan alumninya, bahkan di luar kegiatan perkuliahan. Salah satu kebiasaan yang selalu dikenangnya adalah pesan-pesan pengingat ibadah yang hampir setiap malam dikirim melalui WhatsApp.

“Pesan itu hampir setiap hari beliau sampaikan kepada saya, dan mungkin juga kepada anak didiknya yang lain. Beliau selalu mengingatkan kami agar tidak hanya mengejar ilmu, tetapi juga memperkuat ibadah dan akhlak,” ujarnya.

Kabar wafatnya KH Aman Syairi AS dengan cepat menyebar melalui grup WhatsApp dan media sosial. Ucapan belasungkawa serta doa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat.

BACA JUGA :  Pernyataan Wabup Iing Soal Warga Menyabut Positif MoU Sampah Dengan Tangsel Menuai Protes

Semasa hidupnya, KH Aman Syairi AS dikenal sebagai ulama yang mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pandeglang periode 2017–2022 serta memimpin YPI Babunnajah dan STAI Babunnajah Menes.

Di bawah kepemimpinannya, Babunnajah berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang melahirkan banyak lulusan dan berkontribusi mencetak sumber daya manusia yang berakhlak, beriman, dan berilmu.

Entis juga mengenang cita-cita besar almarhum untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pandeglang.

“Beliau ingin menjadi cahaya bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan melalui STAI Babunnajah. Beliau selalu berpesan agar kami terus berkarya untuk umat, membawa nama baik Babunnajah, serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Banten. Setiap kegiatan positif mahasiswa maupun alumni selalu beliau dukung,” tuturnya.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Hadiri Munas VII APPSI, Tekankan Integritas Pemerintahan Daerah

Di akhir keterangannya, Entis mengajak seluruh masyarakat mendoakan almarhum agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima Allah SWT.

“Saya bersaksi bahwa almarhum adalah orang baik, memiliki dedikasi tinggi, dan menjadi teladan bagi generasi muda di Kabupaten Pandeglang. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

IMG-20260716-WA0096-278x300 KH Aman Syairi AS Wafat, Alumni STAI Babunnajah: Kami Kehilangan Guru dan Sosok Orang Tua

Wafatnya KH Aman Syairi AS dinilai menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam, keluarga besar Nahdlatul Ulama, civitas akademika Babunnajah, dan masyarakat Banten. Keteladanan serta dedikasinya dalam membangun pendidikan dan membina umat akan terus dikenang oleh para murid dan generasi penerus. (Red)