PANDEGLANG, –Progres pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi III di wilayah Kabupaten Pandeglang telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, pengerjaan fisik ruas tol terus berlangsung dan ditargetkan mulai difungsikan pada November 2026.

Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Hasan Bisri, SE, MSi mengatakan, di wilayah Pandeglang akan terdapat dua akses keluar (exit tol), yakni Exit Tol Bojong dan Exit Tol Panimbang.

“Untuk progres fisik Jalan Tol Serang-Panimbang, pembebasan lahannya saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Di wilayah Pandeglang terdapat dua exit tol, yakni Bojong dan Panimbang,” kata Hasan Bisri kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).

Hasan menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serang-Panimbang, pembangunan Seksi III ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer dibagi menjadi dua fase.

BACA JUGA :  Survei LPPM USBR: Kepuasan Publik ke Kinerja Andra Soni Tembus 80,9%

Progres Fase I disebut telah mencapai 99,88 persen. Sementara itu, pengerjaan Fase II masih berlangsung dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2026.

“Rencananya pada November ruas tol sudah bisa difungsikan. Secara keseluruhan ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2027,” terang Hasan yang sebelumnya menjabat Kepala Inspektorat dan Kadindikpora Pandeglang ini.

Selain proyek jalan tol, Hasan juga menyampaikan perkembangan rencana reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan. Menurutnya, program tersebut merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta.

Program reaktivasi itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Surat Gubernur Banten tertanggal 30 November 2018.

BACA JUGA :  Tengku Abdurahman Prihatin Lihat Kondisi Pandeglang, Ajak Stakeholder Berpikir Maju

Ia mengatakan, tahapan perencanaan proyek berlangsung pada 2009-2019. Selanjutnya, proses kesiapan lahan dilakukan pada 2020-2026, pengusulan anggaran pada 2026, dan konstruksi direncanakan berlangsung pada 2027-2029.

“Progres perencanaan sudah mencapai 100 persen. Saat ini memasuki tahap kesiapan lahan dan pengusulan anggaran. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Reaktivasi jalur kereta api tersebut akan mencakup dua segmen, yakni Rangkasbitung-Pandeglang sepanjang 18,7 kilometer dan Pandeglang-Labuan sepanjang 37,7 kilometer.

Menurut Hasan, proyek itu bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah, mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, menekan biaya angkut dan distribusi logistik nasional, meningkatkan penggunaan angkutan kereta api, serta mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. (Red)

BACA JUGA :  Dinkes Kabupaten Tangerang Catat 35 Kasus Campak, Kosambi dan Teluknaga Tertinggi