GAYA HIDUP

P4 Apresiasi Wacana KBM di Rutan Pandeglang, Ingatkan Pentingnya Implementasi Nyata

PANDEGLANG, – Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) mengapresiasi adanya pertemuan antara Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pandeglang dengan Bupati Pandeglang yang membahas rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Rutan Kelas B Pandeglang Rd.Ahmad Zaki saat silaturahmi dengan Bupati Raden Dewi Setiani

Wacana tersebut dinilai positif karena bertujuan membekali para warga binaan dengan keterampilan dan pengetahuan agar memiliki kemandirian setelah bebas dari masa tahanan.

“Kami mengapresiasi rencana ini karena sangat penting agar para narapidana memiliki skill dan ilmu pengetahuan saat kembali ke masyarakat,” ungkap Arip Wahyudin Perwakilan P4 kepada media, Selasa (06/1/2026).

Namun demikian, P4 mempertanyakan kemampuan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam merealisasikan program tersebut secara berkelanjutan.

Menurutnya, hingga kini masyarakat Pandeglang sendiri masih menghadapi kesulitan untuk mandiri secara ekonomi akibat minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

“Jangankan mantan narapidana, masyarakat Pandeglang secara umum masih kesulitan untuk mandiri. Kebijakan daerah masih terlalu bergantung pada program pemerintah pusat,” ujarnya.

Padahal, sejak era reformasi, Indonesia telah menerapkan sistem otonomi daerah yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk berinovasi dan membangun kemandirian masyarakat demi kesejahteraan bersama.

Berdasarkan analisis P4, tindak pidana kerap terjadi akibat faktor ketidaksejahteraan. Rendahnya tingkat pendidikan dan wawasan, ditambah dengan tekanan ekonomi, dinilai menjadi pemicu terjadinya kriminalitas.

“Oleh karena itu, manusia membutuhkan ilmu dan keterampilan agar dapat menjalani kehidupan dengan baik serta tidak terjerumus pada pelanggaran norma dan hukum yang berlaku,” katanya.

P4 pun meminta agar Bupati Pandeglang dan Kepala Rutan Kelas II B tidak menjadikan program KBM ini sekadar wacana atau kegiatan seremonial. Mereka menekankan pentingnya implementasi nyata agar kepercayaan publik terhadap program tersebut benar-benar terwujud.

Menurut P4, lambatnya kemajuan Pandeglang saat ini tidak terlepas dari dinamika politik yang tinggi serta ketimpangan dalam supremasi hukum. Kondisi tersebut, ditambah dengan keterbatasan pendidikan dan wawasan masyarakat, dinilai turut berkontribusi pada meningkatnya persoalan sosial dan kriminalitas. (Red)

Deni

Recent Posts

Irbansus Banten: Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Harus Jadi Teladan Integritas

TANGERANG, –Korupsi tidak selalu berawal dari penyalahgunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Kebiasaan yang kerap dianggap…

6 jam ago

Di Tengah APBD Banten Terus Menyusut, Anggaran Jasa Tenaga Ahli Malah Naik Hingga Rp55 Miliar

Bantenonline.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten terus mengalami penyusutan dalam tiga…

8 jam ago

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Sambut Antusias Pembangunan Jembatan Bang Andra

SERANG, –Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyambut antusias pembangunan Jembatan Piano yang digagas…

9 jam ago

Gubernur Andra Soni Sambut Banten Jadi Tuan Rumah HUT Ikatan Notaris Indonesia ke-118

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi jajaran Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Gedung Negara…

11 jam ago

Wagub Banten Laporkan Program Sekolah Gratis ke KSP Dudung

TANGERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma melaporkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf…

11 jam ago

Asda III Banten Buka Pelatihan Kepemimpinan, 159 ASN Ikuti PKA dan PKP

PANDEGLANG, –Asisten Daerah (Asda) III Provinsi Banten, Dr. Hj. Rina Dewiyanti, SE, MSi, membuka Pelatihan…

13 jam ago