
SERANG – Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia Pencab Lebak (AOPGI Lebak) resmi dideklarasikan di Kabupaten Lebak, pada Sabtu 23 Mei 2026.
Dalam momentum itu juga turut dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan pengurus AOPGI Pengcab Lebak, yang dinahkodai oleh Rido Alamsyah.
Ketua Harian AOPGI Banten, Fauzan Azqia Fathul Huda mengatakan, bahwa kegiatan ini jadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi olahraga pendakian gunung di Kabupaten Lebak, sekaligus mempertegas arah gerakan AOPGI dalam bidang olahraga, pendidikan, konservasi dan keselamatan pendakian.
“Kepengurusan AOPGI Lebak ini menjadi energi baru bagi kemajuan dunia pendakian di Provinsi Banten. Sedikitnya ada 31 pengurus yang dilantik dan dikukuhkan dan selanjutnya akan menjalankan roda organisasi sesuai bidangnya masing-masing,” kata Fauzan.
Menurut Fauzan, jangan telah dideklarasikannya AOPGI Pengcab Lebak ini diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan pendaki gunung yang progresif, dan profesional.
“Tentunya dengan hadirnya AOPGI harus mampu melahirkan generasi pecinta alam yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum AOPGI Lebak, Rido Alamsyah menyampaikan, bahwa AOPGI hadir bukan hanya sebagai organisasi komunitas pendaki gunung, melainkan sebagai wadah strategis yang memiliki visi besar dalam membangun ekosistem pendakian yang terarah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.
“AOPGI Pencab Lebak dan AOPGI Banten membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga sektor swasta,” kata Rido
Dikatakan Rido, fokus utama AOPGI Lebak adalah membangun gerakan pendakian gunung yang sehat, aman, edukatif, berprestasi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan konservasi.
“Arah gerakan AOPGI mengacu pada kurikulum organisasi yang menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni aspek pendidikan, rekreasi, prestasi, serta konservasi dan eksplorasi,” ujarnya.
“Olahraga pendakian gunung tidak lagi dapat dipandang sekadar aktivitas hobi, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki nilai pembinaan, disiplin, ketahanan mental, hingga kontribusi terhadap pelestarian alam,” sambungnya.
Lebih lanjut Rido menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya aktif dalam menyampaikan edukasi keselamatan pendakian dan lingkungan hidup. Selain itu, AOPGI juga telah memperoleh rekomendasi dari dinas pendidikan provinsi Banten dalam pelaksanaan program edukasi dan pembinaan kepemudaan berbasis alam terbuka. AOPGI juga turut memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan konservasi dan penghijauan di wilayah Banten.
“Sebagai organisasi olahraga, AOPGI menaungi tiga cabang olahraga yang telah terdaftar, yakni Kebut Gunung, Lintas Alam, dan Tree Climbing. Ketiga cabang tersebut menjadi bagian dari upaya AOPGI dalam mendorong lahirnya atlet-atlet olahraga alam terbuka yang kompetitif dan berdaya saing,” tandasnya. (Aldo Marantika)

