Bantenonline.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait pengadaan sewa kendaraan operasional yang belakangan menjadi sorotan.

KONI Tangsel menegaskan kendaraan tersebut bukan disediakan sebagai fasilitas pribadi bagi pengurus.

Kendaraan digunakan untuk menunjang kegiatan organisasi, termasuk berbagai aktivitas pembinaan olahraga di Kota Tangerang Selatan.

Ketua KONI Kota Tangsel, Mahludin, mengatakan kendaraan operasional dibutuhkan untuk mendukung mobilitas KONI dalam menjalankan tugas dan program keolahragaan.

“Kendaraan operasional tersebut diperuntukkan menunjang kegiatan operasional KONI dan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan keolahragaan,” ujar Mahludin dalam keterangan resminya pada Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan digunakan sesuai kebutuhan organisasi. Penggunaannya mencakup kegiatan koordinasi, pembinaan atlet, agenda cabang olahraga hingga pelaksanaan tugas dan fungsi KONI.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Ajak Diaspora Jadi Penggerak Sosial-Ekonomi Banten

“Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, seperti koordinasi, pembinaan atlet, agenda cabang olahraga, serta pelaksanaan tugas fungsi KONI,” katanya.

Klarifikasi tersebut sekaligus merespons informasi yang menyebut terdapat tiga unit kendaraan yang diperuntukkan khusus bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara KONI Tangsel.

Mahludin menegaskan kendaraan roda empat tersebut merupakan sarana penunjang aktivitas organisasi dan cabang olahraga.

Fasilitas tersebut, kata dia, bukan kendaraan milik atau fasilitas pribadi pengurus.

Selain persoalan kendaraan operasional, KONI Tangsel juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait penangguhan dana hibah keolahragaan sebesar Rp12 miliar.

KONI Tangsel telah menyampaikan surat resmi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) untuk menyelaraskan sekaligus melengkapi dokumen administrasi yang dipersyaratkan.

BACA JUGA :  Pajak PJU Terangi Tangsel! Ini Manfaat Besarnya Untuk Keamanan dan Kenyamanan Warga

Menurut Mahludin, proses tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pengelolaan dana hibah berjalan secara akuntabel dan sesuai ketentuan.

“Langkah koordinasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh administrasi terpenuhi,” ujar Mahludin.

Ia berharap dana hibah tersebut nantinya dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Tangerang Selatan.

“Sehingga penggunaan dana hibah dapat berjalan baik dan benar-benar optimal mendukung pembinaan serta peningkatan prestasi atlet Tangerang Selatan,” lanjutnya.

KONI Kota Tangerang Selatan juga menyatakan terbuka terhadap proses evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Organisasi tersebut mengajak seluruh pihak melihat persoalan kendaraan operasional dan dana hibah secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

BACA JUGA :  Wagub Banten Dimyati Natakusumah Ajak Umat Islam Perkuat Persatuan

KONI Tangsel menegaskan, seluruh fasilitas operasional dan anggaran yang diterima diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas serta pembinaan olahraga di Kota Tangerang Selatan.