Bantenonline.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Tangerang Selatan (Tangsel) Hamka Handaru, menyebut lebih fokus ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 ketimbang Musyawarah Kota (Muskot) yang hanya beberapa bulan saja dilakukan.
Atas dasar tersebut, Pembina Olahraga di Tangsel yang tidak mau disebutkan namanya menanggapi pernyataan Ketua Koni Tangsel, dirinya mengatakan bahasa seperti itu hanya mencari simpatik.
“Itu ya semakin mencari simpatik secara halus lah biasa bahasa-bahasa politik itu,” katanya kepada awak media pada Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, seharusnya Koni Tangsel lebih fokus ke Muskot daripada Porprov, karena sudah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART).
“Muskot dulu ya wajib gitu wajib dan waktunya harusnya kan sesuai dengan anggaran dasar kan dibatasi minimal sekian lama harus ada penjaringan ada aturannya,” jelasnya.
Baca Juga : Ketua Koni Tangsel Hamka Handaru Dinilai Tidak Maksimal
“Kalau dengan alasan persiapan Porprov, persiapan itu sudah dilakukan jauh hari dari tahun kemarin kan semua itu kan rangkaian persiapan gitu loh. Jadi kalau alasannya, katakan hal-hal saya enggak mikirin Muskot karena persiapan Porprov, Itu mah bahasa kampanye,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan seharusnya Koni Tangsel sudah membentuk tim penjaringan untuk menentukan pendaftaran calon ketua yang baru.
“Harusnya sudah mulai dibentuk tim penjaringan mulai gitu, mekanisme Muskot memang wajib karena itu perintah AD ART kan gitu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pembina Olahraga di Tangerang Selatan (Tangsel) menilai bahwa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Tangsel yang diketuai oleh Hamka Handaru tidak maksimal.
Menurutnya, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Koni Tangsel yang saat ini sangat mumpuni, seharusnya lebih maksimal.
“Seharusnya dengan SDM yang ada, dengan dana yang ada, bisa lebih maksimal dibanding pencapaian yang sekarang ini,” katanya yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media pada Selasa (22/7/2025).



