CILEGON, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai fondasi dalam mewujudkan dunia industri yang berkelanjutan di Provinsi Banten. Menurut dia, keselamatan kerja harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Andra saat memimpin Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon, Selasa (10/2/2026).

Apel tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”

Dalam kesempatan itu, Andra membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli. Ia menekankan bahwa peringatan Bulan K3 menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen melindungi tenaga kerja Indonesia serta membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.

BACA JUGA :  BPBD Pandeglang Gerak Cepat Bantu Korban Rumah Roboh di Kroncong

“Indonesia merupakan negara besar dengan 146,54 juta pekerja, puluhan ribu perusahaan, serta jutaan aktivitas kerja. Para pekerja menghadapi tingkat risiko yang beragam,” ujar Andra saat membacakan sambutan menteri.

Ia menambahkan, pengelolaan K3 yang baik berdampak langsung terhadap perlindungan tenaga kerja, peningkatan moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, hingga daya saing nasional.

Andra juga menyinggung masih tingginya angka kecelakaan kerja yang terlapor secara nasional pada 2024. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi alarm adanya celah dalam sistem keselamatan, baik di tingkat perusahaan maupun nasional.

“Kecelakaan kerja bukan semata-mata kegagalan teknis, melainkan kegagalan sistem. K3 bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat,” kata Andra.

BACA JUGA :  Turnamen Basket Tingkat Pelajar SLTP se-Pandeglang Diapresiasi, Rebut Piala Bupati Turnamen Basket tingkat pelajar yang memperebutkan Piala Bupati Pandeglang digelar perdana di GOR Cikupa Pandeglang diapresiasi berbagai kalangan Salah satunya yang disampaikan Rohman Hidayat salah seorang pemerhati Olah Raga Basket mengatakan, event turnamen Basket tingkat pelajar SLTP yang sepengetahuannya itu adalah merupakan ajang untuk mencari atlit berbakat menjadi tim kebanggaan Perbasi Kabupaten Pandeglang dan bisa membawa nama baik daerah di cabang olahraga basket tingkat pelajar baik SLTP se-Pandeglang tersebut. "Kami sebagai masyarakat memberikan apresiasi dan dukungan kepada Perbasi Kabupaten Pandeglang yang menggelar event pertama di laksanakan di GOR Cikupa Pandeglang itu, disamping untuk mempromosikan keberadaan GOR tersebut, juga untuk mencari atlit basket berbakat tingkat Kabupaten Pandeglang," tutur Rohman Hidayat kepada media, Selasa (05/08/2025) di sela-sela menyaksikan event tersebut. Menurut Rohman, semua komponen masyarakat harus memberikan apresiasi dengan digelarnya event bergengsi dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 dan ajang mempromosikan GOR Cikupa Pandeglang baru yang menjadi kebanggaan para atlit olah raga yang dapat digunakan sebagai sarana olahraga indoor tersebut. "Iya lah semua patut mengapresiasi dan mendukung hal-hal yang positif untuk kemajuan dunia olahraga di Pandeglang salah satunya Basket dan Futsal," katanya. Ia berharap, event turnamen Basket tingkat pelajar itu menjadi momentum untuk mencari atau merekrut atlit-atlit basket berpotensi untuk menjadi basket yang bisa diandalkan membawa harum daerah di kancah yang lebih besar. "Saya berharap Perbasi Pandeglang dapat memberikan kesempatan kepada atlit-atlit yang berbakat dan berpotensi melalui seleksi dalam event turnamen Basket. Sehingga para atlit dari berbagai wilayah kecamatan memiliki kebanggaan menjadi Tim Basket Tingkat Kabupaten," harapnya. Diketahui event turnamen Basket dan Futsal yang digelar oleh Perbasi Pandeglang bekerjasama dengan Disdikpora Kabupaten Pandeglang itu secara resmi dibuka oleh Bupati Raden Dewi Setiani yang diikuti 18 tim basket pelajar SLTP tersebut.

Ia menegaskan, produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan, serta K3 merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Kepada wartawan, Andra menyampaikan bahwa penerapan K3 tidak hanya penting bagi perlindungan pekerja, tetapi juga menjadi syarat utama keberlanjutan bisnis industri, khususnya di Banten.

“Sebagai negara yang ingin maju melalui sektor industri, K3 adalah sebuah persyaratan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Septo Kalnadi mengatakan, Bulan K3 diperingati setiap tahun pada 12 Januari hingga 12 Februari dan telah berlangsung selama sekitar 45 tahun.

“K3 terus dibudayakan agar menjadi nilai dan kebiasaan yang melekat dalam standar operasional prosedur perusahaan,” kata Septo.

BACA JUGA :  Jelang Musda Golkar Pandeglang, Tb Agus Umam Klaim Didukung 23 PK

Apel K3 Nasional tingkat Provinsi Banten tersebut diikuti oleh 263 instansi dari unsur pemerintah, industri, dan asosiasi. Kegiatan juga diramaikan dengan pameran pelayanan dan perlengkapan K3 serta demonstrasi tim tanggap darurat. (Red)