LEBAK, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025. Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak mencatatkan nilai tertinggi.

Berdasarkan data KPK, Kabupaten Lebak meraih skor SPI sebesar 77,65 dan berada di kategori zona kuning atau waspada korupsi. Posisi kedua ditempati Pemerintah Kota Cilegon dengan nilai 76,01, disusul Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan skor 74,52.

Sementara itu, lima daerah lainnya di Banten masih berada di zona merah atau kategori rentan terhadap korupsi. Rinciannya, Pemerintah Kabupaten Serang memperoleh nilai 72,32, Pemerintah Kabupaten Tangerang 71,70, Pemerintah Kota Tangerang 71,45, Pemerintah Kabupaten Pandeglang 70,52, dan Pemerintah Kota Serang menjadi yang terendah dengan nilai 70,44.

BACA JUGA :  Pemkab Pandeglang Respon Cepat Bangun Jembat Ambruk di Kadumerak

Fungsional Auditor Pertama Inspektorat Kabupaten Lebak, Ucu Thariqul Hayat, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil komitmen bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga integritas pemerintahan.

“Alhamdulillah, hasil SPI menunjukkan bahwa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak tidak ditemukan indikasi kasus korupsi. Ini berkat sinergi dan komitmen seluruh OPD,” ujar Ucup, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Lebak menjadi yang tertinggi di Banten. Namun, ini bukan akhir, melainkan pengingat agar integritas tetap dijaga dan ditingkatkan,” katanya.

Secara keseluruhan, Provinsi Banten memperoleh nilai SPI 73,22 dan berada di zona kuning atau kategori waspada korupsi.

BACA JUGA :  Antrean Panjang di RS Hermina Serpong, Pasien BPJS Keluhkan Pelayanan Lambat dan Tak Terkendali

Survei Penilaian Integritas KPK mengukur integritas instansi pemerintah melalui sejumlah indikator, antara lain upaya pencegahan korupsi, pengelolaan anggaran, kualitas pelayanan publik, serta budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi. (Red)