PANDEGLANG, – Isu meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pandeglang mulai memicu perhatian publik. Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama di kawasan wisata yang dikelola Pemkab.

Salah satu lokasi yang disorot adalah Obyek Wisata Kuliner Gedung Juang Pandeglang. Polisi bersama tim gabungan disebut akan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pemeriksaan kesehatan di beberapa titik.

Ketua Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Banten, Johan, menilai isu meningkatnya penyakit masyarakat, termasuk HIV/AIDS, harus ditangani secara serius. Ia meminta Pemkab memperketat pengawasan dan menggencarkan sosialisasi kesehatan kepada warga maupun pengunjung.

“Kami berharap Pemkab Pandeglang membentuk tim pencegahan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pariwisata, BKKBN, Dinas Sosial, Polres Pandeglang, atau BNN,” ujar Johan kepada media, Minggu (23/11/2025).

BACA JUGA :  Pemkot Tangerang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Ratusan Ribu Pelajar
IMG-20251123-WA0061-300x185 Isu HIV/AIDS Muncul di Pandeglang, Tokoh Masyarakat Desak Pemkab Bergerak Cepat
salah satu Obyek Wisata Kuliner Pandeglang

Johan juga menyoroti sejumlah titik yang dinilai rawan aktivitas penyakit masyarakat seperti Cisolong, Cikoromoya, Carita, dan Wisata Kuliner Gedung Juang.

Selain itu, ia menyebut peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang di beberapa lokasi masih tinggi sehingga memerlukan penindakan dan pencegahan yang lebih intensif.

Menurutnya, peningkatan ekonomi memang penting, namun upaya memproteksi masyarakat dari penyakit sosial juga harus menjadi perhatian.

“Jika Pemkab Pandeglang tidak melakukan langkah itu, RPM Provinsi Banten akan turun langsung melakukan upaya pencegahan sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah yang dikenal sebagai kota sejuta santri seribu ulama,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 379 kasus HIV/AIDS ditemukan hingga September 2025. Angka ini baru mencapai 68,7 persen dari target Kementerian Kesehatan yang menargetkan penemuan 552 orang dengan infeksi HIV (ODIHIV) di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Pemprov Banten dan BPJS Ketenagakerjaan Gelar Paritrana Award, Targetkan Kepesertaan Tembus 50%

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, menyebut penularan HIV/AIDS paling tinggi berasal dari hubungan sesama jenis laki-laki (LSL).

“Banyak faktor penyebabnya, tapi yang tertinggi sekarang itu dari LSL, atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki,” kata Dian, Senin (20/10/2025).

Selain LSL, penularan juga terjadi melalui prostitusi, penggunaan narkoba suntik, serta penularan dari ibu ke anak, meski jumlahnya relatif kecil.

“Kalau penularan dari ibu ke anak itu sedikit sekali. Pengguna narkoba suntik juga sudah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. (Red)