SERANG, – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Provinsi Banten sejak siang hingga sore hari, Jumat (2/1/2026), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
Di Kota Cilegon, banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Kubangsari, Tegalratu, Randakari, Kepuh, dan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan. Sementara di Kabupaten Serang, banjir terjadi di Desa Ketos, Kecamatan Kibin. Adapun di Kota Serang, genangan dilaporkan melanda Kelurahan Kasunyata, Kecamatan Kasemen.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, serta informasi dari WAG Potensi SAR Banten, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Kali Cilurah. Luapan sungai tersebut mengakibatkan banjir di sejumlah permukiman warga.
Analisis Sementara BMKG
BMKG menyebutkan, terdapat beberapa faktor meteorologis yang memicu terjadinya hujan lebat di wilayah Banten. Salah satunya adalah keberadaan Siklon Tropis Iggy di Samudra Hindia selatan Jawa Barat yang memberikan dampak tidak langsung terhadap peningkatan curah hujan.
Selain itu, terdapat konvergensi angin di wilayah Banten yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Aktivitas gelombang low frequency di wilayah Indonesia bagian barat serta fenomena cold surge turut memperkuat pasokan massa udara basah ke wilayah tersebut.
“Kelembapan udara di lapisan 850 hingga 700 mb berkisar antara 80–95 persen, yang mengindikasikan kondisi atmosfer sangat basah. Sementara itu, tingkat labilitas atmosfer berada pada kategori sedang hingga kuat,” tulis BMKG Tangerang dalam keterangan resminya.
Curah Hujan Tinggi
Data pengamatan menunjukkan curah hujan ekstrem tercatat di beberapa titik. ARG Pelabuhan Serang mencatat curah hujan sebesar 148,4 mm, sementara ARG Kramatwatu mencatat 97,4 mm. Adapun AAWS Serang mencatat curah hujan sebesar 39,8 mm.
BMKG juga menyampaikan bahwa peringatan dini cuaca untuk wilayah Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang telah dikeluarkan sejak pukul 10.35 WIB dan diperbarui pada pukul 12.20 WIB serta 16.03 WIB oleh Prakirawan BBMKG Wilayah II.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama saat hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat yang tinggal di daerah bertopografi curam atau rawan longsor juga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya jika hujan ringan hingga sedang terjadi secara terus-menerus selama beberapa hari.
Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG dan @bmkgwilayah2, serta aplikasi InfoBMKG. (Red)

