PANDEGLANG, – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima. Hingga Sabtu (12/9/2026), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu atau guide. Mereka hilang kontak saat berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengky turun langsung memantau proses pencarian dari Posko SAR di Carita, Pandeglang. Sebelumnya, Hengky juga ikut menelusuri perairan Selat Sunda bersama dua keluarga korban dari kalangan jurnalis.

Hengky mengatakan dirinya bersama keluarga korban telah menyusuri sejumlah pulau di Selat Sunda, termasuk Pulau Sertung yang berada dekat kawasan Anak Gunung Krakatau. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

BACA JUGA :  PT.Wika Bantah Penyusutan Lahan Sawah di Pandeglang Akibat Pembangunan Tol Serpan

“Di hari kelima pencarian lima rekan jurnalis, dua ABK, dan satu guide, sampai saat ini belum bisa ditemukan. Dari hasil pantauan di perairan tadi yang dilakukan tim masih nihil, belum ada tanda-tanda korban bisa ditemukan,” kata Hengky kepada wartawan di Posko Pencarian Carita, Sabtu (12/9/2026).

Meski hasil pencarian masih nihil, Hengky memastikan operasi SAR terus dilakukan. Dia juga mengajak seluruh pihak mendoakan agar para korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Namun kita berdoa agar pencarian dapat membuahkan hasil dan para korban yang hilang kontak ditemukan dalam kondisi selamat. Kita sama-sama berdoa ya,” ujarnya.

Luruskan Soal Jaket Pelampung

Hengky juga meluruskan informasi terkait temuan jaket pelampung pada hari kedua dan ketiga pencarian. Dia memastikan jaket pelampung yang ditemukan tim SAR bukan milik delapan orang yang masih dalam pencarian.

BACA JUGA :  Bupati Pandeglang Ajukan Dukungan Anggaran ke Kementerian PU untuk Perbaikan Jalan
IMG-20260912-WA0020-300x225 Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapolda Banten: Masih Nihil
Kapolda bersama Wakapolda Banten yang didampingi Kapolres Pandeglang saat melakukan monitoring di Posko Pencarian Carita.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten AKBP Amrad memastikan operasi SAR tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Amrad, operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari. Setelah itu, tim akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan.

“Ini baru hari kelima dan sesuai SOP pencarian dilaksanakan selama tujuh hari. Dari tujuh hari ini kita akan evaluasi kembali,” kata Amrad.

Amrad berharap seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa operasi pencarian berakhir.

“Kita berharap korban ditemukan. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  KH Aman Syairi AS Wafat, Alumni STAI Babunnajah: Kami Kehilangan Guru dan Sosok Orang Tua

Dalam pemantauan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengky didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kepala Basarnas Banten AKBP Al Amrad, sejumlah pejabat utama dan perwira Polda Banten, serta Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi. (Red)