TANGERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pelajar merupakan harapan bangsa sekaligus harapan keluarga. Karena itu, mereka harus mendapat perhatian dan bimbingan agar tumbuh menjadi generasi unggul.
Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pelajar Islam Indonesia (PII) di Gelanggang Olahraga Kitri Bakti, Curug Wetan, Kabupaten Tangerang, Jumat (12/6/2026).
“Pelajar adalah harapan bangsa dan keluarga. Mereka harus kita jaga, kita bimbing, dan kita bantu,” kata Dimyati.
Menurut Dimyati, pelajar masih berada dalam proses pembentukan karakter sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat berkembang menjadi pribadi yang berprestasi dan berakhlak baik.
“Pelajar masih belum mandiri. Harus kita dorong dan kita dukung menjadi orang-orang hebat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dimyati berharap Rapimnas PII dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, khususnya di bidang pendidikan dan kepemudaan.
Ia juga mengungkapkan makna PII menurut versinya. Huruf P dimaknai sebagai penegak kebenaran yang menjunjung tinggi idealisme dan semangat persatuan bangsa. Sementara huruf I pertama berarti ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan I kedua bermakna iman dan takwa sebagai fondasi moral.
“Pelajar belum dirusak oleh kepentingan golongan ataupun keluarga. Mereka masih memiliki idealisme sebagai penerus dan pemersatu bangsa,” katanya.
Dimyati juga menjelaskan empat kategori manusia yang disebutnya sebagai empat B, yakni manusia bodoh, manusia biasa, manusia bijak, serta manusia beriman dan bertakwa.
Menurutnya, manusia bodoh cenderung mempermasalahkan masalah, manusia biasa mengeluhkan masalah, manusia bijak mencari solusi, sedangkan manusia beriman dan bertakwa bersyukur atas setiap ujian karena meyakini hal itu dapat meningkatkan derajat di hadapan Allah SWT.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menggratiskan pendidikan tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, sejak 2025.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga menjalankan program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu hingga jenjang perguruan tinggi.
“Tahun 2025 ada 236 penerima beasiswa dan tahun 2026 meningkat menjadi 900 penerima,” ujar Maesyal.
Sementara itu, Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga menegaskan organisasinya tetap fokus pada pembinaan pelajar dan penguatan sektor pendidikan.
“Yang mengurus pelajar saat ini tidak banyak. Karena itu PII fokus kepada pelajar,” kata Kevin.
Ia menyebut PII memilih memusatkan perhatian pada pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda.
“Makanya kami tidak ikutan demo. Fokus pada pendidikan,” tegasnya. (Red)


