SERANG, – Pengurus Provinsi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Banten resmi meluncurkan logo Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Indoor Banten 2026. Peluncuran logo digelar di Tokyo Billiard and Cafe, Kota Serang, Minggu (8/8/2026) malam.
Peluncuran tersebut menjadi salah satu penanda kesiapan Banten sebagai tuan rumah Kejurnas Hoki Indoor 2026. Ajang nasional itu dijadwalkan berlangsung pada 21-30 Agustus 2026 di GOR Nambo, Tangerang.
Ketua Umum FHI Banten DR H Ali Hanapiah mengatakan peluncuran logo dilakukan agar gelaran Kejurnas Hoki Banten 2026 segera diketahui masyarakat luas.
“Logo Kejurnas Hoki Banten dirilis malam ini agar segera tersosialisasi kepada seluruh masyarakat Banten. Tentu saja kami mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banten agar pelaksanaan Kejurnas berjalan lancar dan sukses,” kata Ali Hanapiah.
Target Juara Umum
Sejumlah provinsi di Indonesia disebut telah menyatakan kesiapannya mengirimkan atlet terbaik untuk berlaga di Kejurnas Hoki Indoor Banten 2026.
Sebagai tuan rumah, FHI Banten pun memasang target tinggi. Mereka membidik gelar juara umum pada kejuaraan nasional tersebut.
“Sebagai tuan rumah, kami menargetkan juara umum dalam hajat nasional itu,” tegas Ali.
Filosofi Logo Kejurnas Hoki Banten 2026
Logo Kejurnas Hoki Indoor Banten 2026 tidak hanya menjadi identitas visual kejuaraan. Logo tersebut memuat sejumlah simbol yang merepresentasikan budaya, alam, dan semangat olahraga Banten.
1. Badak Bercula Satu
Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) menjadi maskot utama logo. Satwa tersebut merepresentasikan identitas dan kebanggaan Banten, sekaligus simbol kekuatan, daya tahan, sportivitas, dan ketangguhan atlet.
Posisi maskot yang memegang stik hoki menggambarkan kesiapan untuk bertanding dan meraih prestasi.
2. Stik dan Bola Hoki
Stik dan bola menjadi penanda cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni hoki indoor. Posisi siap memukul menggambarkan fokus, akurasi, dan kesiapan atlet dalam menghadapi pertandingan.
3. Ikat Kepala Baduy
Ikat kepala yang dikenakan maskot merepresentasikan penghormatan terhadap adat dan budaya lokal Banten, khususnya masyarakat Baduy. Unsur tersebut juga menjadi simbol kearifan lokal yang masih terjaga.
4. Bentuk Perisai
Bentuk dasar logo berupa perisai. Bentuk tersebut dimaknai sebagai simbol pertahanan, persatuan, perlindungan terhadap nilai-nilai sportivitas, sekaligus komitmen menjaga kelestarian badak bercula satu sebagai satwa yang dilindungi.
Sementara tulisan “Kejuaraan Nasional” yang dibuat melengkung menjadi simbol kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Garis dinamis berwarna-warni di sisi kiri dan kanan logo menggambarkan kecepatan, kelincahan, serta pergerakan dinamis yang menjadi karakter permainan hoki indoor.
Makna Warna
Setiap warna dalam logo juga memiliki makna tersendiri.
– Biru melambangkan profesionalisme, ketenangan dalam menjalankan strategi, serta rasa percaya diri.
– Abu-abu pada tubuh badak menggambarkan stabilitas, kekuatan, dan ketahanan mental.
– Emas atau kuning melambangkan kejayaan, prestasi, sportivitas, serta target meraih medali emas.
– Hijau merepresentasikan pertumbuhan, kesegaran, dan alam liar Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat badak bercula satu.
– Oranye menggambarkan energi, antusiasme, kreativitas, dan semangat para atlet serta masyarakat Banten.
– Hitam dan putih menjadi simbol ketegasan aturan, kejujuran, dan transparansi dalam kompetisi.
Dengan diluncurkannya logo tersebut, FHI Banten berharap masyarakat turut menyemarakkan dan mendukung pelaksanaan Kejurnas Hoki Indoor 2026.
Ajang tersebut diharapkan tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga menjadi momentum bagi Banten untuk menunjukkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (Red)


