PANDEGLANG, – Komandan Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Purgiarto, bersama Kepala Desa Cikeusik, Enur, meninjau kondisi Jembatan Blengbeng di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (28/11/2025).

Jembatan tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah cuplikan kondisinya yang memburuk beredar luas di media sosial.

Jembatan Blengbeng roboh pada 2022 akibat banjir besar. Sejak itu, jembatan yang menjadi akses utama warga—terutama pelajar—belum mendapatkan perbaikan permanen. Beberapa warga pernah menjadi korban saat jembatan tersebut ambruk, termasuk yang terjatuh ke dasar sungai dan mengalami luka berat.

Kapten Inf Purgiarto menilai kondisi jembatan kini tidak lagi layak digunakan.

“Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Jembatan ini vital bagi mobilitas warga. Jika tidak segera dibangun ulang, dikhawatirkan muncul korban berikutnya,” ujarnya di lokasi.

BACA JUGA :  Fraksi PKS DPRD Pandeglang Sumbangkan Pemotongan Gaji untuk Korban Banjir di Sumatra Barat dan Aceh

Kepala Desa Cikeusik, Enur, mengatakan pihaknya telah berkali-kali mengajukan proposal pembangunan jembatan, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah mengusulkan perbaikan, namun belum ada realisasi. Padahal masyarakat harus melintas setiap hari dengan risiko yang cukup tinggi,” tuturnya.

Sani, seorang siswi yang setiap hari melewati jalur tersebut, mengaku terpaksa memutar lebih dari 2,5 kilometer untuk berangkat ke sekolah.

“Kalau hujan dan banjir, saya tidak berani lewat. Jembatannya sudah miring. Terpaksa jalan jauh supaya bisa sampai ke sekolah,” katanya.

Senada, Isroh, warga Kampung Blengbeng, mengatakan struktur jembatan kini semakin rapuh.

“Setiap melintas, saya selalu waswas. Kayunya rapuh, miring, dan paku-pakunya sudah menonjol. Sangat berbahaya,” ujarnya. (Red)

BACA JUGA :  Ketua DPRD Pandeglang Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Senior Golkar