Kobarnews.id, BANTEN – Ulama sekaligus sesepuh Paku Banten, Abuya Muhtadi Cidahu, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama Ketahanan Pangan di Bumi Perkemahan Muara Salam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Dukungan tersebut disampaikan Abuya Muhtadi saat menerima silaturahmi Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional, Drs. Cecep Pria Erawan, M.Pd. Pertemuan itu merupakan bagian dari roadshow panitia untuk memperkuat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para ulama dan sesepuh Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Abuya Muhtadi berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat hadir sekaligus membuka langsung kegiatan jambore nasional tersebut.

“Untuk itu kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo untuk dapat hadir membuka acara kegiatan Jambore Nasional Pemuda, Santri, Ulama di Wanasalam, Banten,” ujar Abuya Muhtadi.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Cek RPS SMKN 1 Anyer, Pastikan Alat Praktik Up to Date

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan agenda strategis bangsa yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, ulama, santri, pemuda hingga masyarakat luas.

Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong atau ngahiji dalam menghadapi berbagai tantangan pangan sekaligus menjaga kedaulatan bangsa.

“Negara, ulama, santri, pemuda dan seluruh stakeholder harus gotong royong (ngahiji) dalam satu barisan ketika berbicara mengenai masa depan pangan dan kedaulatan bangsa,” pesannya.

Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama Ketahanan Pangan digagas sebagai ruang pertemuan lintas elemen kepemudaan dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor ketahanan pangan.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Bincang Santai Bahas Pertanian, Soroti Kesejahteraan Petani

Sekretaris Panitia Jambore Nasional, Aris Munandar, S.Kom., mengatakan kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai organisasi dan komponen kepemudaan di Banten.

Pesertanya antara lain santri, ulama, LSM, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, media, anak petani hingga anak buruh.

“Didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten serta seluruh kekuatan stakeholder yang ada di Banten, kami akan menawarkan sebuah model penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama Ketahanan Pangan,” kata Aris.

Ia berharap jambore tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi national pilot project yang berkembang menjadi embrio gerakan nasional pemuda, santri, dan ulama dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Aris menilai Banten memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan gagasan tersebut. Tradisi keulamaan, pesantren, kepemudaan dan semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan yang dapat disatukan dalam agenda strategis ketahanan pangan.

BACA JUGA :  Angin Kencang, Sampah dan Kayu Gelondongan Penuhi Pesisir Teluk Labuan

Pertemuan Abuya Muhtadi dengan Cecep Pria Erawan sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar panitia untuk mendapatkan dukungan dan restu dari para ulama serta sesepuh Banten.

Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama Ketahanan Pangan rencananya digelar di Bumi Perkemahan Muara Salam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas elemen untuk mendorong peran generasi muda dalam bidang ketahanan pangan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. (Red)