PANDEGLANG, – Puluhan hektare persawahan di Desa Karangsetra, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, terdampak kemarau panjang. Lahan pertanian warga bahkan tidak bisa ditanami karena kekurangan air.

Kepala Desa Karangsetra Mahdar mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas pertanian warga terhambat. Persawahan yang sebelumnya dapat ditanami kini mengalami kekeringan karena aliran air irigasi tidak lagi sampai ke area persawahan.

“Puluhan hektare sawah di Karangsetra terkena dampak kemarau. Sawah di sini dari dulu mengandalkan air dari Karangtanjung, tetapi sekarang banyak yang bocor,” kata Mahdar kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, aliran irigasi dari Karangtanjung maupun Cilembur saat ini tidak mengalir hingga ke persawahan Karangsetra. Sebagian aliran air justru terbuang ke wilayah Balengong.

BACA JUGA :  Miris! Banyak ASN di Pandeglang Terlilit Utang dan Pinjol, Jadi Alasan Etos Kerja Menurun

“Airnya tidak mengalir sampai ke sini karena air terbuang ke Balengong. Akibatnya, sawah di sini tidak bisa diolah,” ujarnya.

Mahdar berharap pemerintah segera mencari solusi agar jaringan irigasi tersebut dapat kembali berfungsi. Perbaikan irigasi dinilai penting agar petani bisa kembali menggarap sawah mereka.

“Kami minta solusi kepada pemerintah agar irigasi dari Karangtanjung atau Cilembur bisa diaktifkan kembali untuk mengairi persawahan di Desa Karangsetra,” tuturnya.

Dia meminta perhatian dari pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten, untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak.

“Bagaimana sawah-sawah di Karangsetra ini bisa dikelola kembali oleh petani. Saat ini kendalanya satu masalah air, kedua masalah pupuk yang sulit dicari,” kata Mahdar. (Red)

BACA JUGA :  Buka Turnamen Catur Pelajar, Dimyati Ingin Lahir Grandmaster dari Banten