PANDEGLANG, –Tinawati Andra Soni bersama jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) implan gratis di Aula Kantor Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (25/5/2026).

Kegiatan bakti sosial yang diinisiasi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Banten itu diikuti ratusan perempuan di Kecamatan Balaraja. Sebanyak 50 ibu mendapat layanan pemasangan KB implan gratis hanya dengan menggunakan dokumen kependudukan.

Dalam kegiatan tersebut, Tinawati juga berdialog dengan para akseptor dan memberikan edukasi soal pentingnya keluarga berencana serta pencegahan stunting.

Menurutnya, pelayanan KB implan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Edukasi keluarga berencana harus terus diperluas melalui kader PKK, posyandu, hingga penyuluh KB di seluruh wilayah Banten,” ujar Tinawati.

BACA JUGA :  Balik Nama Kendaraan di Banten Kini Bisa Tanpa KTP Pemilik Pertama

Ia mengatakan, sosialisasi tersebut penting agar masyarakat semakin memahami pengasuhan anak, layanan daycare, hingga pencegahan stunting secara lebih luas.

Selain pelayanan KB gratis, rangkaian bakti sosial IPeKB Provinsi Banten juga diisi dengan kunjungan ke keluarga berisiko stunting di Desa Saga, Kecamatan Balaraja. Dalam kunjungan itu, rombongan memberikan bantuan jamban sehat dan penanganan rumah tidak layak huni.

Pemprov Banten, lanjut Tinawati, juga terus mendorong optimalisasi Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra) sebagai pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa. Posyandra nantinya menjadi wadah pelayanan posyandu, penyuluhan PKK hingga layanan sosial lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi program unggulan BKKBN, yakni Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).

BACA JUGA :  Pemprov Banten Fokus Pemerataan Pendidikan, Bangun Unit Sekolah Baru dan Perluas Program Sekolah Gratis

Menurut Yuda, capaian Program Bangga Kencana di Banten menunjukkan hasil positif. Angka Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) atau pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi modern mencapai 63,6 persen.

IMG-20260525-WA0071-300x200 Tinawati Andra Soni Tinjau Pelayanan KB Implan Gratis di Balaraja

Selain itu, angka Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Banten tercatat sebesar 1,98 dengan Indeks Pembangunan Keluarga mencapai 64,8 poin atau masuk kategori sangat baik.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Pemprov Banten dan BKKBN dalam memperkuat pelayanan keluarga berencana, termasuk KB pasca persalinan,” katanya.

Yuda menambahkan, Banten juga meraih penghargaan Terbaik I Nasional Tahun 2025 dalam pelayanan KB pasca persalinan.

Saat ini, BKKBN Provinsi Banten memiliki 24.420 pendamping keluarga yang tersebar di seluruh wilayah untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni: Pemprov Banten Komit Buka Akses Sekolah untuk Semua Anak

Salah satu peserta pelayanan KB implan gratis, Yanti Arianti, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Warga Kampung Caliu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja itu berharap kegiatan serupa terus diperluas karena tingginya antusiasme masyarakat. (Red)