SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Provinsi Banten akan menggagas program budidaya ayam ras petelur skala rumah tangga, pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten Nasir mengatakan, program budidaya ayam petelur skala rumah tangga ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, serta untuk memenuhi kebutuhan pasokan telur ke sejumlah dapur MBG.

“Kedepan saya ingin kita membekali masyarakat tentang budidaya ayam petelur, karena kedepan kebutuhan telur dan daging sangat luar biasa dengan hadirnya sejumlah dapur MBG,” kata Nasir kepada Bantenonline, Senin 13 April 2026.

Menurut Nasir,  program ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketersediaan pangan yang mengandung protein hewani.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Ajak Insan Transportasi Berikan Kenyamanan ke Masyarakat

“Saya ingin program budidaya ayam petelur skala rumahan ini bisa membantu pengembangan pangan yang menghasilkan protein hewani,” ungkapnya.

“Kita juga harus menjaga angka inflasi agar tidak boleh meningkat. Oleh karna itu, kita harus membuka jalur melalui kelompok budidaya skala rumahan, agar mereka ikut mengembangkan pangan lokal,” sambungnya.

Dijelaskan Nasir, nantinya setiap kelompok akan menerima 600 ekor ayam ras petelur lengkap dengan kandang pakan dan vitamin untuk kebutuhan 3 bulan kedepan.

“Nanti kita coba dulu beberapa Kabupaten kita jadikan pilot project seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang,” jelasnya.

Lebih lanjut Nasir menyampaikan, untuk menjalankan program budidaya ayam petelur skala rumah tangga ini pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar.

BACA JUGA :  Rumah Singgah Yayasan RC Badak Dapat Bantuan Renovasi dari Komisi IV DPRD Pandeglang

“Satu titik anggarannya Rp 200 juta berarti kita butuhnya Rp 3 miliar untuk 15 titik. Saya berharap tahun depan sudah bisa teranggarkan untuk program ini,” tandasnya. (Aldo M)