Aset pengendali banjir milik Pemerintah Kota Tangerang dilaporkan hilang dicuri di wilayah Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci. Kejadian ini menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp37 juta.

Hilangnya mesin diesel penggerak pompa pertama kali diketahui saat petugas Operasional dan Pemeliharaan melakukan pengecekan rutin. Mesin berkapasitas 23 PK dengan bobot sekitar 150 kilogram tersebut sebelumnya menjadi komponen utama dalam sistem pengendalian banjir di kawasan itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, memastikan bahwa aset tersebut merupakan milik pemerintah daerah yang dibiayai melalui anggaran resmi.

“Kehilangan ini sudah kami laporkan ke kepolisian karena menyangkut aset negara yang sangat vital untuk operasional pompa,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

BACA JUGA :  Pengendara Asal Pandeglang Jadi Korban Pemalakan di Tanah Abang, Pelaku Minta “Uang Lewat”

Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan terakhir pada pertengahan Maret, kondisi mesin masih aman di lokasi. Namun saat ini, unit pompa tidak dapat difungsikan karena bagian penggeraknya telah hilang.

Akibat kejadian tersebut, sistem pengendalian banjir di wilayah Cimone Jaya untuk sementara tidak berjalan optimal. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Sebagai langkah penanganan, Dinas PUPR tengah melakukan pendataan di sejumlah titik guna memastikan keamanan aset lainnya. Selain itu, pengadaan mesin pengganti juga telah diajukan melalui mekanisme anggaran daerah.

“Kami mengusulkan penggantian melalui APBD Perubahan maupun anggaran murni agar penanganan banjir tetap berjalan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Tangerang menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas publik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

BACA JUGA :  Ngaku Aparat, Pria Todong Driver Ojol dengan Pistol di Puspiptek Tangsel