SERANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mendorong pengembangan industri hijau di wilayah selatan Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan.

Fungsional Perencana Bappeda Banten Ucu Hanafiah mengatakan, pengembangan industri berbasis lingkungan menjadi strategi membangun ekonomi berkelanjutan di Banten Selatan.

“Kita upayakan industri banyak tumbuh di Banten Selatan dengan konsep industri hijau, karena potensi di Pandeglang dan Lebak sangat besar,” ungkap Ucu kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ucu, disparitas ekonomi di Banten masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai dengan karakter wilayah selatan yang didominasi sektor pertanian dan pariwisata.

BACA JUGA :  Festive Season: Magical Christmas & New Year’s 2025 at The Carnival, Makan Malam Natal & Pesta Malam Tahun Baru di ibis Styles Serpong BSD City

“Untuk meminimalisir pertumbuhan ekonomi yang sangat jomplang, kita dorong sektor industri hijau karena kondisi di selatan lebih kepada agro dan wisata,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan industri di Banten Selatan akan berbeda dengan kawasan industri di wilayah utara. Industri hijau nantinya difokuskan pada pengolahan sumber daya lokal seperti padi, kelapa, kopi, sayur-mayur hingga hasil perikanan.

“Potensi-potensi itu bisa dikembangkan menjadi industri hijau yang berkelanjutan,” terangnya.

Ucu menilai, sektor industri hijau lebih ramah lingkungan karena memiliki dampak pencemaran yang minim.

“Sektor ini sangat sustainable karena minim dampak lingkungan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada investor yang mau menanamkan modal di Banten Selatan,” ujarnya.

BACA JUGA :  SMPN 5 Pandeglang Raih Juara I Lomba Paskibra

Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengungkapkan, Pemkab Pandeglang telah menyiapkan lahan seluas 1.100 hektare untuk kawasan industri hijau.

Lahan tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cikeusik dan Cibitung.

“Kelima kecamatan itu memiliki potensi alam yang bisa menjadi bahan baku industri hijau. Kami menyambut baik investor yang ingin berinvestasi karena akan membuka lapangan pekerjaan baru yang padat karya,” tandasnya. (Aldo)