TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mempercepat langkah intervensi ekonomi pasca Lebaran 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Langkah ini dilakukan menyusul gejolak global yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan pangan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyatakan pihaknya fokus mempercepat realisasi belanja daerah dan menggencarkan program-program intervensi ekonomi. “Semua belanja pemerintah diarahkan agar tepat sasaran dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ini penting untuk menjaga konsumsi tetap stabil di tengah ancaman inflasi,” ujar Benyamin, Kamis (26/3/2026).
Selain percepatan belanja, Pemkot Tangsel juga menyiapkan berbagai program stabilisasi harga sejak awal Ramadan 2026, termasuk bazar murah di tujuh kecamatan. Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui masjid turut digencarkan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
Benyamin menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan konflik global, terutama di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi distribusi energi dan barang kebutuhan pokok. “Kami menyiapkan langkah antisipatif agar dampak terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.


