EDUKASI

Camat dan Muspika Cimanggu Fasilitasi Kasus Dugaan Bullying di SDN Rancapinang 2, Ini Hasil Musyawarahnya?

PANDEGLANG, – Musyawarah yang melibatkan orang tua korban dugaan perundungan (bullying), orang tua murid lain, dan pihak SDN Rancapinang 2, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, menghasilkan sejumlah kesepakatan. Pertemuan tersebut difasilitasi Camat Cimanggu bersama unsur Muspika Kecamatan Cimanggu, Senin (01/12/2025).

Ketua Komite SDN Rancapinang 2 menyampaikan berita acara hasil pertemuan itu. Ia menyebut bahwa kedua pihak—baik orang tua korban maupun orang tua siswa yang diduga melakukan tindakan perundungan—sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kesepakatan dicapai dengan suasana kekeluargaan, dihadiri oleh pihak sekolah dan unsur terkait. Kami berkomitmen membimbing serta mengarahkan anak-anak pada hal yang baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ungkapnya dalam berita acara yang dibacakan pada 1 Desember 2025.

Pihak orang tua murid yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah atas kegaduhan yang sempat terjadi di media sosial. Mereka menegaskan bahwa sebagian informasi yang beredar di Facebook tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta.

Ketua Komite SDN 2 Rancapinang membacakan berita acara hasil musyawarah

 

Kasubag UPTD PPA Dinas P2KBP3A Pandeglang, Imas Masfupah, yang hadir bersama staf Deo Hoshi Aditya, mengatakan bahwa kedua pihak telah menerima hasil musyawarah dan sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.

“Proses musyawarah berlangsung lancar dan telah disepakati selesai. Dari UPTD PPA, kami menyiapkan tenaga ahli psikolog apabila korban membutuhkan pendampingan, terutama bila muncul trauma psikologis,” kata Imas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman bagi anak-anak.

“Kami berharap pihak sekolah lebih peduli terhadap kondisi siswa, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Orang tua juga perlu lebih memantau dan memberikan perhatian kepada anak-anak,” katanya.

Kepala SDN Rancapinang 2, Acep, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah mempertemukan orang tua korban dan para siswa yang terlibat dalam candaan berlebihan, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Pertemuan tersebut digelar untuk memastikan persoalan tidak berkembang lebih jauh.

“Alhamdulillah, pelaksanaan ujian di SDN Rancapinang 2 untuk kelas 1 hingga 6 berjalan lancar. Kami juga telah mengundang seluruh orang tua siswa yang terlibat untuk bermusyawarah, disaksikan unsur Muspika dan Dinas Pendidikan, termasuk DP2KB3A Kabupaten Pandeglang,” ujar Acep. (Red)

Deni

Recent Posts

Wayang Nganjor Indonesia Bawa Rampak Bedug Pandeglang ke Panggung Nasional

JAKARTA, – Rampak Bedug khas Pandeglang, Banten, menggema di panggung nasional. Wayang Nganjor Indonesia membawa…

15 jam ago

Kokolot Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia, Gubernur Banten Sampaikan Duka

LEBAK, – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).…

2 hari ago

Rutan Pandeglang Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan, Deteksi Penyakit Sejak Dini

PANDEGLANG, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga…

2 hari ago

Gubernur Banten Turun Tangan, Sengketa TKIP-SDIP Pamulang Akan Dimediasi

TANGSEL, - Gubernur Banten Andra Soni turun tangan menyikapi sengketa kepemilikan dan pengelolaan TK Islam…

3 hari ago

Didesak Teken Pakta Integritas, Tiga Pimpinan DPRD Pandeglang Temui Ratusan Mahasiswa

PANDEGLANG, – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang turun langsung menemui sedikitnya 200 mahasiswa yang tergabung…

3 hari ago

Mahasiswa Pandeglang Soroti PAD dan Anggaran DPRD Rp1,1 Miliar: Jangan Cuma Nikmati Fasilitas!

PANDEGLANG, – Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten…

3 hari ago