GAYA HIDUP

Satpol PP Pandeglang Sita 70 Botol Miras Ilegal, Waspadai Lonjakan Jelang Nataru

PANDEGLANG, – Peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Pandeglang terus diburu aparat penegak Perda. Satpol PP Pandeglang mencatat tiga kasus penjualan miras berhasil ditindak sepanjang Januari–November 2025.

Dari operasi tersebut, petugas menyita sekitar 60–70 botol miras lokal, di antaranya anggur merah dan jenis miras lainnya. Para penjual kemudian diproses lewat sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Kita lakukan tiga penertiban dengan barang bukti kurang lebih 60 sampai 70 botol miras. Semua diproses sesuai ketentuan,” ungkap Kasi Penindakan dan Penegakan Perda Satpol PP Pandeglang, Muhammad Husni, Selasa (02/12/2025).

Satpol PP mengantisipasi peredaran miras bakal meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurut Husni, para penjual biasanya menambah stok di akhir tahun.

“Biasanya menjelang Nataru penjual mulai menstok barang. Kita siapkan operasi lagi bulan depan,” ujarnya.

Sejumlah wilayah di selatan Pandeglang disebut masuk kategori zona merah peredaran miras. Satpol PP mengklaim koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan sudah berjalan intens dalam penindakan dan proses persidangan.

Namun, kata Husni, kendala terbesar ada pada lokasi penyimpanan miras yang kerap berpindah-pindah.

“Ketika razia, yang didapat hanya yang ada di lokasi. Pengembangan butuh informasi dari pelaku,” jelasnya.

Husni juga mendorong penguatan regulasi agar kadar alkohol minuman keras di Pandeglang bisa ditekan hingga 0 persen sesuai Perda.

Remaja Banyak Konsumsi Miras

Dukungan razia datang dari Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Banten. Ketua RPM Banten, M. Johan Saputra, menyebut miras masih menjadi ancaman serius, terutama bagi kalangan remaja.

“Masih banyak anak-anak bawah umur yang kita temukan konsumsi miras. Itu bahaya,” tegas Johan.

Ia juga meminta pengecekan identitas pembeli diperketat untuk mencegah pelajar membeli miras.

“Jangan cuma seremonial. Kalau perlu seminggu sekali,” katanya.

RPM memastikan akan terus mengawasi dan melaporkan titik penjualan miras ilegal yang menyasar generasi muda. (Red)

Deni

Recent Posts

Irbansus Banten: Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Harus Jadi Teladan Integritas

TANGERANG, –Korupsi tidak selalu berawal dari penyalahgunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Kebiasaan yang kerap dianggap…

9 jam ago

Di Tengah APBD Banten Terus Menyusut, Anggaran Jasa Tenaga Ahli Malah Naik Hingga Rp55 Miliar

Bantenonline.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten terus mengalami penyusutan dalam tiga…

11 jam ago

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Sambut Antusias Pembangunan Jembatan Bang Andra

SERANG, –Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyambut antusias pembangunan Jembatan Piano yang digagas…

12 jam ago

Gubernur Andra Soni Sambut Banten Jadi Tuan Rumah HUT Ikatan Notaris Indonesia ke-118

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi jajaran Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Gedung Negara…

14 jam ago

Wagub Banten Laporkan Program Sekolah Gratis ke KSP Dudung

TANGERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma melaporkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf…

14 jam ago

Asda III Banten Buka Pelatihan Kepemimpinan, 159 ASN Ikuti PKA dan PKP

PANDEGLANG, –Asisten Daerah (Asda) III Provinsi Banten, Dr. Hj. Rina Dewiyanti, SE, MSi, membuka Pelatihan…

16 jam ago