SERANG, –Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersama perempuan dari berbagai latar belakang menggelar parade kebaya di Mall of Serang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.

Acara yang diinisiasi Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, remaja hingga anak-anak. Mereka berjalan mengelilingi area pertokoan sambil mengenakan kebaya.

Mengusung tema “Perempuan Kreatif sebagai Pilar Bangsa”, kegiatan ini tak hanya menampilkan parade, tetapi juga edukasi budaya serta ajakan pelestarian kebaya sebagai identitas bangsa.

Tinawati mengatakan, parade budaya ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia sekaligus upaya melestarikan budaya.

BACA JUGA :  Mayoritas Venue di Banten Lolos Verifikasi, Siap Jadi Tuan Rumah PON 2032

“Parade budaya ini sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak perempuan di Banten untuk terus berperan aktif dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah dengan tetap menjunjung nilai budaya.

“Mari kita terus bergerak bersama, memperkuat peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah,” lanjutnya.

Menurutnya, semangat Kartini harus menjadi inspirasi agar perempuan menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya.

“Semoga semangat Kartini menginspirasi kita menjadi perempuan yang tangguh dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.

Tinawati menegaskan, peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang sosok R.A. Kartini, tetapi juga momentum meneladani perjuangannya.

Sementara itu, Ketua Umum PBI Provinsi Banten Ratu Ina Nurul Ainayah mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat perempuan Indonesia, baik dari sisi pendidikan, kesejahteraan, maupun budaya.

BACA JUGA :  Ribuan Warga dan Wartawan se-Indonesia Meriahkan Jalan Sehat HPN 2026 di Banten

“Kami ingin mendorong peningkatan derajat perempuan sekaligus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya,” ujarnya.

Ia pun mengajak perempuan untuk mencintai budaya Indonesia dengan mengenakan kebaya.

“Untuk perempuan Banten, mari cintai Indonesia dengan berkebaya,” tutupnya. (Red)