PANDEGLANG, –Puluhan pedagang angsongan di wilayah Kabupaten Pandeglang membentuk Paguyuban Pedagang Angsongan sebagai wadah memperkuat persatuan.
Pembentukan paguyuban ini diawali oleh para pedagang yang berjualan di lingkungan Terminal Pandeglang.
Dewan Pembina Paguyuban Pedagang Angsongan Kabupaten Pandeglang, Ade Keling, membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan, para pedagang yang sehari-hari beraktivitas di Terminal Kadubanen selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
“Para pedagang angsongan yang beraktivitas di Terminal Kadubanen sepakat bergabung dalam paguyuban sebagai ajang memperkuat persatuan, setiap pedagang kita berikan kaos Paguyuban,” kata Ade yang juga Pengurus ASLI Pandeglang kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, paguyuban tersebut telah terbentuk sejak enam bulan lalu dan diketuai oleh Yayan S. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran kas harian yang nantinya digunakan untuk membantu anggota yang sakit maupun kegiatan sosial lainnya.
“Paguyuban ini sudah berjalan enam bulan. Iuran kas digunakan untuk membantu anggota yang membutuhkan,” ujarnya.
Ade menilai, selama ini pedagang angsongan kerap luput dari perhatian, padahal mereka menjadi tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pedagang angsongan ini bisa dibilang pahlawan keluarga karena menghidupi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Ia menambahkan, para pedagang berkomitmen menjalankan usahanya dengan mengedepankan etika, kesopanan, dan keramahan kepada penumpang angkutan umum di terminal maupun subterminal.
“Alhamdulillah, para pedagang bersatu untuk bertahan mencari nafkah dengan tetap menjaga etika kepada pembeli,” katanya.
Ade juga menyebut, hingga kini masih banyak pedagang angsongan yang ingin bergabung dalam paguyuban tersebut.
“Ke depan, kami akan menghimpun seluruh pedagang angsongan di Kabupaten Pandeglang agar menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam hal bantuan modal usaha demi meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (Red)

