BERITA HOT

Tiga Karyawan PT Nikomas Didakwa Curi 15 Pasang Sepatu, Terancam 7 Tahun Penjara

SERANG, –Tiga karyawan PT Nikomas Gemilang didakwa melakukan pencurian dan/atau penggelapan 15 pasang sepatu merek Adidas. Ketiganya kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang, Putri Khairunisa, mengatakan para terdakwa adalah Erly Sumarni, Hari Setiawan, dan Tri Hidayati. Peristiwa tersebut terjadi pada Desember 2025 di pabrik yang berlokasi di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Dalam dakwaan disebutkan, aksi bermula saat Hari Setiawan yang bekerja sebagai operator warehouse mengajak Tri Hidayati untuk mengambil sepatu hasil produksi perusahaan. Ia menjanjikan imbalan sebesar Rp200 ribu untuk setiap pasang sepatu yang berhasil dijual.

Ajakan tersebut disetujui. Hari kemudian melibatkan Erly Sumarni yang menjabat sebagai supervisor untuk membantu mengeluarkan barang dari area pabrik.

Menurut jaksa, Tri juga berkoordinasi dengan seorang pengawas produksi bernama Muanah yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sepatu diambil dengan alasan diberikan kepada teman, lalu diserahkan kepada Hari untuk disimpan di gudang.

“Dalam dua hari, para terdakwa berhasil menguasai 15 pasang sepatu dari berbagai tipe dan ukuran, yang kemudian disembunyikan di dalam warehouse,” kata Putri di persidangan.

Dari aksi tersebut, Hari memberikan uang sebesar Rp3 juta kepada Tri, dengan Rp1,5 juta di antaranya diberikan kepada Muanah.

Upaya para terdakwa membawa keluar sepatu tersebut akhirnya terungkap pada 26 Desember 2025. Saat itu, petugas keamanan mencurigai gerak-gerik mereka dan melakukan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan menemukan 15 pasang sepatu Adidas di dalam tas yang dibawa terdakwa,” ujar Putri.

Ketiga terdakwa kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Akibat perbuatan tersebut, PT Nikomas Gemilang mengalami kerugian materiil sebesar Rp37,5 juta.

Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 488 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu, mereka juga didakwa dengan pasal subsider, yakni Pasal 477 ayat (1) huruf g undang-undang yang sama. (Red)

Deni

Recent Posts

Hari Kelima, Wamen Komdigi Pantau Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Upaya mencari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

2 jam ago

Waka II BAZNAS Banten Standby di Dapur Umum Posko Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK

PANDEGLANG, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turun tangan membantu operasi pencarian lima…

3 jam ago

JNI dan Aliansi Masyarakat Anti Matel Geruduk Kantor Adira Lebak

LEBAK, – Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten bersama Aliansi Masyarakat Anti Matel menggelar aksi unjuk…

19 jam ago

Warga Carita Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang

PANDEGLANG, – Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak…

19 jam ago

Bapera Banten Gelar Doa Bersama, Doakan 8 Orang Hilang di Selat Sunda

SERANG – Kepedulian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

1 hari ago

Gubernur Andra Soni Ikut Cari 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Gubernur Banten Andra Soni ikut langsung dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak…

1 hari ago