PANDEGLANG,– Sebuah rumah milik Tuti Alawiah (53), warga Kampung Kadutangay Tengah, RT 01/RW 04, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, ambruk akibat hujan angin. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Rumah berukuran 6×10 meter itu sudah ditempati puluhan tahun dan terbuat dari material kayu dengan dinding bilik bambu. Kondisinya yang sudah lapuk diduga menjadi penyebab utama ambruknya bangunan saat hujan deras disertai angin melanda wilayah Menes.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat peristiwa terjadi, Tuti yang merupakan janda dengan satu orang anak bernama Muti’ah (19) sedang mengungsi ke samping rumah saudaranya. Ia mendengar suara retakan sebelum rumahnya roboh.
Tuti berharap pemerintah segera memberikan bantuan. Ia juga memohon agar anaknya yang menderita sakit dan harus menjalani transfusi darah seumur hidup bisa mendapatkan BPJS Kesehatan gratis. Selama ini, Muti’ah menggunakan BPJS mandiri, namun Tuti mengaku tidak mampu membayar iuran bulanan karena tidak memiliki penghasilan tetap dan masuk dalam kategori desil 6.
“Anak saya sakit dan harus transfusi darah terus, saya tidak sanggup bayar BPJS tiap bulan,” ujar Tuti.
Sementara itu, peristiwa tersebut dibenarkan oleh Amin Albaroya, warga setempat. Ia mengatakan rumah tersebut ambruk hingga tidak tersisa.
“Betul rumah itu ambruk, kerugian ditaksir sekitar Rp 50 juta. Semoga bisa cepat ditangani,” kata Amin. (Red)

