ANDEGLAN, – Ratusan pencari kerja memadati sebuah gerai waralaba yang tengah membuka lowongan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Mayoritas pelamar adalah anak muda yang datang sejak pagi, membuat antrean mengular di depan gerai.
Para pelamar tampak membawa berkas lamaran sambil menunggu panggilan seleksi. Mereka mengenakan pakaian formal dan berharap bisa lolos menjadi karyawan.
Salah satu pelamar, Raja, lulusan diploma, mengaku sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan namun belum juga mendapatkan posisi tetap.
“Benar pak, susah banget nyari kerja. Saya baru lulus kuliah D3,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Raja mengetahui informasi lowongan dari media sosial dan grup percakapan. Ia bahkan datang dari Cikande, Kabupaten Serang, untuk mencoba peruntungan.
“Jauh-jauh dari Serang ke sini. Dari pagi saya antre tapi belum ada panggilan. Katanya sistemnya online dulu,” tuturnya.
Raja juga mengatakan sementara ini ia bekerja sebagai freelancer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pelamar lainnya, Salsabila, berharap bisa diterima sebagai karyawan tetap. Ia menyebut kesempatan kerja di Pandeglang masih terbatas sehingga membuat anak muda kesulitan berkembang.
“Kami ingin lebih banyak lapangan kerja dibuka. Mudah-mudahan saya keterima dan dipanggil,” ujarnya.
Menurut Salsabila, generasi muda kini harus membekali diri dengan kemampuan tambahan agar bisa bersaing.
“Sekarang yang dibutuhkan itu kemampuan. Anak muda harus punya banyak skill dan terus belajar,” katanya.
Fenomena membludaknya pelamar ini mencerminkan kondisi lapangan kerja di daerah yang belum mampu menyerap tenaga kerja secara optimal, sehingga setiap peluang langsung diserbu para pencari kerja. (Red)



