SERANG, – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten kembali menggelar kegiatan Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Goes to Ponpes. Program ini menyasar lingkungan pondok pesantren sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan berbasis komunitas. Kegiatan berlangsung di Aula DKP Banten dan diikuti perwakilan ponpes, penyuluh pendamping, serta pengelola program penganekaragaman pangan dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Kepala DKP Banten Dr. Nasir, SP., MBA., M.Pd membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya pesantren menjadi pionir dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tapi juga akses dan kemampuan memanfaatkan sumber daya yang ada. Pesantren punya potensi besar lewat pemanfaatan lahan pekarangan dan diversifikasi pangan,” kata Nasir.
Nasir menyebut, program ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan stunting dan mengendalikan inflasi melalui optimalisasi lahan pekarangan dan lahan tidur. Sejumlah tanaman juga diperkenalkan kepada peserta, mulai dari sayur dan buah, tanaman obat, hingga pangan lokal khas Banten seperti Talas Beneng yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dalam laporan panitia, kegiatan ini bertujuan mendorong sinergi diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal sekaligus memberdayakan pesantren agar lebih produktif menyediakan pangan bergizi. Peserta juga mendapat pelatihan teknis tentang pembibitan dan penanaman cabai serta sayuran menggunakan media polybag.
Ketua Komisi II DPRD Banten KH Iip Makmur, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan peran strategis pesantren dalam pembangunan daerah.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, termasuk dalam bidang pangan. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terdekat, dan pesantren bisa jadi pelopornya,” ujar Iip.
Selain itu, praktisi pertanian Nurhayat memberikan materi teknis mengenai budidaya tanaman produktif di lahan terbatas.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit tanaman secara simbolis kepada perwakilan pesantren dan penyuluh pendamping. Program ini diharapkan mampu memacu pesantren di Banten untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan Banten Mandiri Pangan. (Red)



