Peringati Hardiknas, Andra Soni Pastikan Sekolah Gratis Jangkau Madrasah Aliyah

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Melalui program prioritas Banten Cerdas, kebijakan Sekolah Gratis terus diperluas sebagai upaya pemenuhan hak dasar pendidikan.

Hal itu disampaikan Andra saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (4/5/2026).

Andra menekankan pemerataan pendidikan menjadi kunci mewujudkan masyarakat Banten yang maju, adil, merata, dan bebas korupsi. Program Sekolah Gratis pun mencakup siswa SMA, SMK, hingga SKh swasta.

“Pemprov Banten akan terus melaksanakan program-program untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada anak-anak Banten agar mendapatkan hak pendidikan,” tandas Andra.

Ia menjelaskan program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan terus diperluas pada 2026 berbasis evaluasi agar lebih tepat sasaran.

“Tahun pertama kita laksanakan, tahun ini kita evaluasi agar program semakin efektif dan dirasakan langsung manfaatnya,” terangnya.

Tak hanya soal akses, Pemprov Banten juga mendorong peningkatan kualitas sekolah mitra. Menurut Andra, pemerataan pendidikan harus diiringi kualitas layanan yang baik.

Selain itu, Pemprov Banten mulai menjajaki kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama guna mengakomodasi sekolah berbasis keagamaan, khususnya Madrasah Aliyah (MA).

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak yang memilih pendidikan berbasis agama juga mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Andra menilai pendidikan berperan penting dalam mengangkat masyarakat dari kesulitan sekaligus membangun karakter yang adil dan saling menghormati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin mengatakan perluasan program, termasuk untuk Madrasah Aliyah, ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten. Insyaallah pelaksanaan dimulai bulan Juli,” ujarnya.

Ia menambahkan skema pembiayaan masih dalam tahap penghitungan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Besaran bantuan akan mengacu pada rata-rata biaya pendidikan di sekolah.

Program ini bertujuan memastikan tidak ada anak di Banten yang putus sekolah karena kendala ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, sekolah mitra wajib menggratiskan biaya utama pendidikan seperti SPP dan biaya operasional lainnya. Pemprov juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Jika ditemukan pelanggaran, kerja sama dengan sekolah terkait akan dihentikan.

“Harapannya, semua anak harus sekolah. Tidak boleh ada yang tidak sekolah hanya karena masalah biaya,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Wagub Dimyati Ajak Warga Doakan Banten Dijauhkan dari Bencana

SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat mendoakan Provinsi Banten agar dijauhkan…

5 jam ago

Wagub Banten Masih Berharap 8 Korban Speedboat Arupadhatu I Ditemukan

PANDEGLANG, – Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah masih berharap delapan korban hilang dalam insiden…

9 jam ago

Wayang Nganjor Bawa Ingatan Banten ke Panggung ISBI Bandung

BANDUNG, –Cerita Banten tak hanya tersimpan dalam manuskrip dan tutur yang diwariskan dari generasi ke…

20 jam ago

Ribuan Alumni dan Santri Padati Haul Ke-2 Mbah Yai Asmuni di Pandeglang

PANDEGLANG, – Ribuan alumni, santri, dan masyarakat memadati Pondok Pesantren Al-Ihsan Kadomas, Kabupaten Pandeglang, dalam…

1 hari ago

Kawal Kebijakan Pemda, Sebanyak 65 Cendikiawan Muslim Pandeglang Dikukuhkan

PANDEGLANG, – Sebanyak 65 pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Pandeglang…

1 hari ago

Wagub Banten Dorong ICMI Pandeglang Bersinergi dengan Pemkab

PANDEGLANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Pandeglang…

1 hari ago