BERITA HOT

Pementasan “Malam Jahanam” Soroti Minimnya Ruang Teater di Pandeglang

PANDEGLANG, – Pementasan teater kolaboratif Teater Bale dan Artgoong yang membawakan naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje digelar di Bale Budaya Pandeglang, Sabtu (27/12/2025) malam.

Pertunjukan ini menyoroti masih terbatasnya ruang kreativitas bagi komunitas teater di Kabupaten Pandeglang.

Budayawan Pandeglang, Tirta, mengatakan pementasan tersebut menjadi refleksi kondisi ekosistem seni pertunjukan di daerah.

Menurutnya, keterbatasan ruang dan fasilitas masih menjadi persoalan utama bagi para pelaku seni teater.

“Pementasan ini diinisiasi oleh Teater Bale, Artgoong, dan Studio Tata Artistik, serta difasilitasi Pandeglang Creative Hub. Tujuannya menjaga keberlangsungan aktivitas teater di tengah minimnya ruang pertunjukan yang representatif,” ungkap Tirta.

Ia menjelaskan, Malam Jahanam merupakan naskah teater realis yang memotret konflik batin, ketegangan sosial, dan sisi gelap kemanusiaan. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi yang dihadapi para seniman saat ini.

“Meski digelar dengan keterbatasan ruang dan fasilitas, para aktor mampu menghadirkan intensitas dramatik melalui pengolahan peran, dialog, dan penataan artistik yang sederhana,” ujarnya.

Tirta menilai, pertunjukan berlangsung komunikatif dan mendapat respons positif dari penonton. Namun, kondisi tersebut sekaligus menegaskan bahwa seni pertunjukan di Pandeglang belum ditopang infrastruktur yang memadai.

“Teater membutuhkan ruang yang aman, layak, dan berkelanjutan agar bisa berkembang secara optimal,” katanya.

Pentas seni teater yang digelar di belakang halaman Balebudaya Pandeglang

Ia menambahkan, kehadiran Pandeglang Creative Hub patut diapresiasi sebagai langkah awal membuka akses ruang kreatif. Meski demikian, dukungan tersebut dinilai masih perlu diperkuat melalui kebijakan yang lebih serius dari pemerintah daerah.

“Pementasan ini bukan hanya peristiwa artistik, tetapi juga pesan bahwa seni dan budaya membutuhkan keberpihakan,” ucapnya.

Para pelaku seni berharap potensi dan kualitas kesenian di Pandeglang yang sudah ada dapat didukung dengan penyediaan ruang dan kebijakan yang berkelanjutan, sehingga mampu berkontribusi lebih luas bagi pembangunan kebudayaan daerah. (Red)

Deni

Recent Posts

HUT ke-55 Korpri Pandeglang Resmi Dibuka, Puluhan Lomba Digelar hingga 26 November

PANDEGLANG, – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Pandeglang…

1 hari ago

Banten Borong Dua Gelar di Festival Dalang Anak Nasional, Rizqi Juara 1!

JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan dalang cilik asal Banten di panggung nasional. Dua wakil Banten…

1 hari ago

Pengurus Gerindra se-Banten Dilantik, Dasco Panaskan Mesin Politik Menuju Kemenangan 2029

TANGERANG, – Partai Gerindra mulai memanaskan mesin politik di Provinsi Banten. Seluruh pengurus Dewan Pimpinan…

5 hari ago

Pengurus DPC PKB Pandeglang 2026-2031 Dikukuhkan, Nawawi Dorong Anggaran Pesantren dan Madrasah

PANDEGLANG, – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pandeglang periode 2026-2031…

6 hari ago

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Cak Imin Panaskan Mesin Partai, Targetkan Kemenangan Pemilu 2029

PANDEGLANG, – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mulai memanaskan mesin…

6 hari ago

Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polisi Masih Temukan Banyak Pelanggaran Tak Pake Helm hingga Main HP

PANDEGLANG – Operasi Patuh Maung 2026 yang digelar Satlantas Polres Pandeglang memasuki hari kelima, Jumat…

6 hari ago