SERANG, – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, meninjau langsung Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Rabu (10/6).
Dalam kunjungan tersebut, Deden mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem pemantauan dan penanganan bencana yang beroperasi di Pusdalops.
Menurutnya, kesiapsiagaan BPBD harus terjaga selama 24 jam mengingat potensi bencana dapat terjadi kapan saja.
“Kita harus memastikan BPBD siap siaga 24 jam. Bencana tidak bisa diprediksi. Mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga potensi bencana lainnya bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Deden.
Deden menegaskan, Pusdalops merupakan pusat kendali yang memiliki peran vital dalam penanganan kebencanaan. Seluruh informasi terkait kejadian bencana dihimpun dan diolah di tempat tersebut untuk menjadi dasar pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
“Pusdalops ini jantungnya penanganan bencana. Semua informasi masuk ke sini, diolah, lalu menjadi dasar pengambilan keputusan cepat. Karena itu, personel, alat komunikasi, dan sistem teknologi informasi harus selalu dalam kondisi prima,” katanya.
Ia menambahkan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten memastikan kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Banten.
Deden juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat.
“Melalui sinergi, koordinasi, dan kesiapan yang terus ditingkatkan, BPBD Provinsi Banten berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam perlindungan masyarakat serta mewujudkan Banten yang tangguh menghadapi bencana,” tandasnya. (Aldo)


