LEBAK, –Kondisi Pasar Semi Rangkasbitung bikin geleng-geleng kepala. Baru setahun diresmikan, pasar ini sudah memprihatinkan. Lingkungannya becek, kotor, dan dipenuhi sampah. Kalau musim hujan datang, kondisinya makin parah.
Pantauan di lokasi, halaman pasar berubah jadi kubangan lumpur bercampur air comberan. Sampah terlihat berserakan di sejumlah sudut. Pemandangan ini membuat pasar tampak kumuh dan tak terawat. Warga pun mengeluh tak nyaman saat berbelanja.
Masalah tak berhenti di situ. Paving block di area parkir terlihat amblas dan rusak. Drainase yang buruk membuat air hujan menggenang dan sulit surut. Aktivitas pedagang dan pembeli pun ikut terganggu.
“Pasar ini kan baru diresmikan tahun lalu, tapi kondisinya sudah seperti ini. Becek, kotor, dan tidak nyaman untuk belanja,” keluh Lina, warga Rangkasbitung kepada media, Kamis (26/2/2026).
Ia khawatir, sanitasi yang buruk bisa berdampak pada kesehatan pedagang maupun pembeli. Menurutnya, jika dibiarkan, pasar justru berpotensi jadi sumber penyakit.
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi sarang penyakit. Pemerintah harus segera turun tangan,” tegasnya.
Kritik juga dilontarkan Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Lebak, Ilham Maulana Raisa. Ia menyebut kondisi pasar ini ironis, apalagi lokasinya berada di kawasan yang dikenal dengan nama Kandang Sapi.
“Jangan sampai karena namanya Kandang Sapi, kondisinya dibiarkan seperti kubangan sapi. Ini jelas memalukan,” cetus Ilham.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya dirancang untuk jangka panjang, bukan sekadar proyek formalitas.
“Kalau kondisinya begini, patut dipertanyakan keseriusan Pemkab Lebak. Infrastruktur itu harus berbasis manfaat dan keadilan, bukan asal jadi,” tandasnya. (Red)

