TANGERANG, –Provinsi Banten mengikuti Panen Raya Padi Serentak 2026 yang digelar secara nasional, Jumat (17/7/2026). Kegiatan di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, itu terhubung secara virtual dengan pusat panen raya nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Panen raya serentak yang dipimpin Presiden Prabowo melalui sambungan virtual tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

IMG-20260719-WA00391-300x169 Panen Raya Serentak 2026, Banten Perkuat Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Sambutan PLT.Kadistan Provinsi Banten Dr.Nasir, SP, M.BA, MP mewakili Gubernur Banten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dr. M Nasir, SP M.BA MP, mewakili Gubernur Banten menghadiri kegiatan tersebut. Menurut Nasir, Banten sebagai salah satu sentra produksi padi nasional memiliki peran strategis dalam mendukung target swasembada pangan.

BACA JUGA :  410 KPM di Kelurahan Pandeglang Akan Menerima Bantuan Pangan 20 Kilogram Beras

Saat ini, produksi padi Banten mencapai sekitar 1,88 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Pemprov Banten menargetkan produksi meningkat menjadi 2 juta ton melalui intensifikasi pertanian, pemanfaatan teknologi modern, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta optimalisasi distribusi pupuk bersubsidi.

“Kontributor utama produksi padi di Banten berasal dari Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Kabupaten Tangerang,” ujar Nasir kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu daerah penyangga sekaligus lumbung pangan Provinsi Banten. Panen raya di Kecamatan Kresek dilaksanakan di lahan sekitar 10 hektare, dengan panen simbolis seluas 4 hektare menggunakan varietas unggul Inpari 32, Inpari 42, dan Ciherang.

Nasir menambahkan, pemerintah menjamin penyerapan gabah petani melalui Perum Bulog dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA :  Dewan Da’wah Pandeglang Gelar Pengajian II, Perkuat Zonasi Dakwah di 35 Kecamatan

“Pemerintah juga terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan termasuk lahan kering di Banten Selatan, pemanfaatan alsintan, pengembangan komoditas strategis, hingga hilirisasi pertanian,” katanya.

IMG-20260719-WA0066-300x169 Panen Raya Serentak 2026, Banten Perkuat Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mempertahankan semangat ‘Tiada Hari Tanpa Tanam’ dan ‘Tiada Hari Tanpa Panen’ sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Panen raya ini menunjukkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, Perum Bulog, dan para petani berjalan dengan baik. Kami akan terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi, penguatan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan kepada petani agar target produksi padi di Provinsi Banten terus meningkat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Andra Soni Buka Musrenbang Banten 2027, Minta Masyarakat Terlibat Aktif

Panen raya serentak di Kecamatan Kresek juga dihadiri Danrem 052/Wijayakrama, Kasdam 0506/Tangerang Mayjen TNI Putra yang mewakili Pangdam III/Siliwangi, unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Staf Ahli Bupati, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Kepala Perum Bulog Kabupaten Tangerang, serta para petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian. (Red)