BANTEN, –Ribuan warga memanfaatkan libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dengan berwisata ke Pantai Anyer dan Carita, Banten. Namun, puluhan anak dilaporkan terpisah dari orang tuanya, diduga akibat kurangnya pengawasan karena orang tua asyik bermain telepon genggam (HP).
Tim SAR gabungan bersama Balawista Banten pun bergerak cepat mencari anak-anak yang hilang. Sebagian besar anak yang terpisah diketahui masih berusia di bawah lima tahun (balita).
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas terlihat sibuk menyisir sejumlah titik di kawasan pantai setelah menerima laporan adanya anak-anak yang terpisah dari rombongan keluarganya.
“Untuk pengunjung agar lebih berhati-hati, jangan sampai anak luput dari pengawasan, terutama di objek wisata seperti Pantai Carita yang dipadati wisatawan saat libur Lebaran,” ujar salah satu petugas saat proses pencarian, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, anak-anak memerlukan pendampingan khusus sehingga orang tua diminta tidak lengah selama beraktivitas di kawasan wisata.
Dalam proses pencarian, tim menemukan dua anak berusia 2 tahun dan 5 tahun yang sedang menangis di lokasi yang cukup jauh dari orang tuanya.
“Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan tim di beberapa titik, anak-anak yang sempat terpisah dari orang tuanya berhasil ditemukan,” katanya.
Petugas juga mengimbau para wisatawan untuk selalu berkoordinasi dengan tim pengamanan, termasuk SAR dan Balawista, guna mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, sejumlah orang tua mengaku sempat panik saat anak mereka hilang.
“Saya dari Tangerang, Alhamdulillah anak kami sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar 15 menit. Terima kasih kepada tim Balawista,” ucap Tatang salah satu orang tua yang anaknya yang hilang tersebut. (Red)

