BERITA HOT

Narkoba Dominasi Perkara di Pandeglang, Kejari Tangani 71 Kasus dalam 6 Bulan

PANDEGLANG, –Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang mencatat 71 perkara pidana ditangani sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut kasus narkotika menjadi perkara yang paling banyak masuk.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pandeglang Indra Gunawan mengatakan puluhan perkara itu tercatat sejak tahap penerimaan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hingga proses persidangan.

“Untuk perkara dari penerimaan SPDP sampai proses persidangan dari Januari sampai Juni 2026 ada sekitar 71 perkara,” kata Indra kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Indra menjelaskan, kasus narkotika mendominasi dengan 36 perkara. Kemudian disusul perkara persetubuhan atau pencabulan terhadap anak sebanyak 16 kasus.

Sementara itu, tindak pidana terhadap harta benda tercatat 19 perkara. Kasus tersebut meliputi pencurian, penadahan, penggelapan, hingga penggelapan dalam jabatan.

“Yang paling mendominasi itu narkotika sebanyak 36 perkara. Kemudian tindak pidana persetubuhan atau pencabulan anak sebanyak 16 perkara. Untuk tindak pidana terhadap harta benda seperti pencurian, penadahan dan penggelapan sekitar 19 perkara,” ujarnya.

Meski masih didominasi perkara narkotika, Indra menyebut jumlah perkara yang ditangani pada 2026 cenderung menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, pada 2025 jumlah perkara yang masuk hampir mencapai 20 kasus setiap bulan. Sementara tahun ini rata-rata berada di kisaran belasan perkara per bulan.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah perkara tahun ini cenderung menurun. Tahun 2025 per bulannya bisa hampir 20 perkara, sekarang rata-rata belasan perkara,” katanya.

Indra menilai tingginya perkara narkotika masih dipengaruhi peredaran narkoba yang terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Mayoritas kasus yang ditangani melibatkan pengedar dalam skala kecil.

Sementara tingginya kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dinilai berkaitan dengan kurangnya pengawasan dari orang tua maupun lingkungan sekitar.

“Kalau perkara persetubuhan terhadap anak, faktor pengawasan orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh. Anak membutuhkan perhatian dan pengawasan yang tinggi dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

Adapun kasus pencurian, lanjut Indra, masih dipengaruhi faktor ekonomi serta kondisi lingkungan yang dinilai rawan terhadap tindak kejahatan.

Untuk menekan angka tindak pidana, Kejari Pandeglang terus menggencarkan program penyuluhan dan penerangan hukum kepada masyarakat melalui bidang intelijen.

Program tersebut dijalankan melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Desa yang menyasar pelajar, aparatur desa, hingga masyarakat umum.

“Melalui bidang intelijen, kami terus memberikan penerangan hukum kepada masyarakat dan sekolah-sekolah terkait bahaya narkotika, tindak pidana umum maupun pencegahan korupsi. Program itu masih terus berjalan sampai sekarang,” pungkasnya. (Dan)

Deni

Recent Posts

Wagub Banten Puji QRIS: Transaksi Cepat, Transparan hingga Lintas Negara

JAKARTA, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memuji kemudahan pembayaran menggunakan Quick Response Code…

12 jam ago

Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

SERANG, – Pemprov Banten meluncurkan QRIS Samling Movement untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor…

24 jam ago

Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

DEPOK, – Gubernur Banten Andra Soni menyambangi kediaman keluarga dua jurnalis yang hilang kontak saat meliput…

1 hari ago

Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi GAK

LEBAK, – Duka menyelimuti keluarga almarhum M Bagus Khoirunas, jurnalis Kantor Berita ANTARA yang hilang…

1 hari ago

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, – Wacana menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi mendapat dukungan dari Ketua Umum Dewan Pengurus…

1 hari ago

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

PANDEGLANG, – Harapan menemukan lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang masih hilang…

2 hari ago