PANDEGLANG, –Warga Muhammadiyah di Kabupaten Pandeglang, Banten, dipastikan merayakan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Penetapan ini mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pandeglang, Muhamad Juwayni, menegaskan keputusan tersebut bersifat final dan menjadi pedoman bagi seluruh warga Muhammadiyah di daerah itu.

“Malam ini sudah takbiran. Di Pandeglang ada 11 cabang dan masing-masing melaksanakan di titik berbeda,” ujar Juwayni, Kamis (19/3/2026) malam.

Pelaksanaan takbiran dan Salat Idulfitri akan digelar di 11 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya halaman SMK Muhammadiyah Kuranten, Alun-alun Menes, serta lapangan di Kubang Kondang, Panimbang, Labuan, Patia, Pagelaran, hingga Bojongmanik.

BACA JUGA :  Oknum Pendemo Dilaporkan ke Polres Pandeglang, Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

Juwayni menyebut, jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar 2.200 orang. Hitungan itu berasal dari rata-rata 200 jemaah di setiap titik.

“Kalau satu titik sekitar 200 orang, dikalikan 11 titik, jadi kurang lebih 2.200 jemaah,” katanya.

Ia menambahkan, Salat Idulfitri diprioritaskan di lapangan terbuka bila cuaca mendukung. Namun jika hujan turun, pelaksanaan akan dipindahkan ke masjid atau fasilitas masing-masing cabang.

Soal takbiran, Muhammadiyah Pandeglang tidak mengeluarkan imbauan khusus terkait takbir keliling. Meski begitu, kegiatan takbiran tetap berjalan dengan mengedepankan sikap saling menghormati di tengah potensi perbedaan hari raya.

“Tidak ada imbauan takbir keliling, tapi takbiran tetap ada. Karena ada potensi perbedaan, kita harus saling menjaga,” ucapnya.

BACA JUGA :  Menjadi Kandang Dewa United Banten FC, Gubernur Banten Andra Soni Optimis Stadion Internasional Banten

Salat Idulfitri dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 WIB, dengan imam Kiai Iman Armas dari Pimpinan Muhammadiyah Kota Serang.

“Besok pagi sekitar pukul 06.30 WIB,” singkatnya.

Juwayni menegaskan, penetapan Idulfitri oleh Muhammadiyah merupakan bagian dari komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar utama dalam beribadah, termasuk dalam menentukan awal bulan hijriah melalui metode hisab.

“Semangatnya hisab, sebagaimana dipahami Muhammadiyah,” tutupnya. (Red)