BERITA HOT

MBG di Pandeglang Disorot, Kemasan Kresek Bikin Gaduh

PANDEGLANG, –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pandeglang, Banten, yang digadang-gadang jadi solusi persoalan gizi dan bantu ringankan beban warga saat Ramadan, malah menuai polemik.
Program yang semestinya panen apresiasi itu justru banjir kritik. Mulai dari warga, aktivis kepemudaan, sampai jagat media sosial ikut menyoroti pelaksanaannya.

Warga mempertanyakan kualitas menu, cara penyajian, hingga efektivitas program di lapangan selama Ramadan tahun ini.

Viral Kemasan Kresek

Kegaduhan bermula dari beredarnya video dan foto paket MBG di media sosial. Dalam unggahan tersebut, paket makanan untuk siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dibagikan menggunakan kantong plastik kresek.

Sontak, warganet bereaksi. Banyak yang menilai kemasan itu kurang pantas dan tak mencerminkan standar makanan bergizi.

Tak sedikit yang menyebut, kemasan tersebut bertolak belakang dengan semangat program yang mengusung pemenuhan gizi dan perlindungan kesehatan.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun angkat bicara. Mereka mengklaim makanan awalnya sudah dikemas sesuai SOP menggunakan ompreng. Namun di lapangan, terjadi pemindahan ke plastik oleh kader posyandu dengan alasan cuaca.

Penjelasan ini justru memunculkan tanda tanya. Publik mempertanyakan lemahnya pengawasan dan koordinasi teknis di lapangan.

KNPI: Harus Dievaluasi Total

Sorotan juga datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pandeglang. Mereka menilai pelaksanaan MBG belum optimal dan butuh evaluasi menyeluruh.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Saepudin, menegaskan pengawasan di tingkat pelaksana harus diperketat.

“Kritik ini bukan cuma ramai di media sosial. Di lapangan juga banyak yang mempertanyakan,” tegas Saepudin kepada wartawan, Jumat (27/02/2026).

Skema Ramadan Dipertanyakan
Selama Ramadan, MBG dibagikan dengan sistem take away bagi siswa yang berpuasa. Isinya antara lain kurma, roti, telur, dan susu untuk berbuka.

“Meski praktis, skema ini dinilai belum tentu menjawab kebutuhan gizi secara komprehensif. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah pola tersebut benar-benar berbasis kajian gizi terukur atau sekadar penyesuaian momentum Ramadan,” katanya.

Dikatakannya, tidak hanya soal kemasan dan distribusi, aspek transparansi juga jadi sorotan. Informasi terkait anggaran, mekanisme penyaluran, hingga evaluasi mutu program dinilai belum terbuka sepenuhnya ke publik.

Pengamat kebijakan publik mengingatkan, tanpa transparansi dan akuntabilitas, program yang niatnya mulia bisa dipersepsikan sekadar simbolik.

Saepudin menekankan, ada sejumlah catatan penting yang harus dibenahi.

“Standar penyajian dan kemasan harus menjamin keamanan pangan dan menjaga martabat penerima manfaat. SOP harus konsisten dari perencanaan sampai pelaksanaan. Transparansi anggaran dan distribusi juga wajib dibuka ke publik,” tandasnya.

Ia berharap evaluasi komprehensif segera dilakukan.

“Dengan pengawasan ketat, peningkatan mutu, dan keterbukaan informasi, program ini harus benar-benar berdampak bagi kelompok rentan, bukan sekadar bagi-bagi makanan,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Kapolsek Munjul Gerak Cepet Tindaklanjuti Keluhan Warga soal Aktivitas Tambang CV Menara Biru Resources

PANDEGLANG, – Kapolsek Munjul, Polres Pandeglang, Iptu Aep Wahyudin bersama unsur Muspika Kecamatan Munjul menggelar…

21 jam ago

Antisipasi Banjir dan Gagal Panen, Mulyadi Jayabaya Temui Airlangga

JAKARTA, – Ancaman gagal panen mengintai petani saat Indonesia beralih dari kemarau panjang akibat El…

2 hari ago

Forum PAKSI API Banten Tekankan Pentingnya Tanamkan Integritas Berkelanjutan

PANDEGLANG, - Ketua Forum PAKSI API Provinsi Banten, Ratu Syafitri, menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas…

2 hari ago

Polisi Razia THM di Carita Pandeglang, 18 Botol Miras Disita

PANDEGLANG, – Polisi menggelar razia tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.…

2 hari ago

INAKOR Banten Desak Dugaan Material Ilegal di Tol Serang–Panimbang Diusut

PANDEGLANG, – Dugaan penggunaan tanah merah yang berasal dari pertambangan tanpa izin dalam proyek Jalan…

3 hari ago

Truk Tambang Sumbu Tiga Masih Bebas Masuk Kota Pandeglang, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

PANDEGLANG, – Truk sumbu tiga bermuatan material tambang masih bebas melintas di kawasan perkotaan dan…

3 hari ago