EDUKASI

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenag Pandeglang Perkuat Perlindungan Pendidik Pontren

PANDEGLANG, – BPJS Ketenagakerjaan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang memperkuat kerja sama dengan pondok pesantren (pontren) untuk memperluas kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga pendukung non-ASN.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pandeglang, Muhamad Syahrial Firman, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenag Pandeglang.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan keagamaan, termasuk Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Pandeglang serta forum-forum strategis pontren seperti Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT), Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ), dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS),” jelas Firman kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Dalam pertemuan itu, dibahas penahapan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh tenaga pendidik dan pendukung pesantren.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang menyeluruh bagi ekosistem pesantren di Kabupaten Pandeglang,” tambah Firman.

Sementara itu, Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Pandeglang menegaskan kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter dan pendidikan umat. Sudah selayaknya para pendidik dan tenaga pendukungnya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia berharap, bahwa pembinaan ini semakin strategis menjelang lahirnya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren (Dirjen Pontren), yang diharapkan memperkuat tata kelola dan kebijakan afirmatif bagi pesantren secara nasional.

“Dengan data yang valid dan terintegrasi, lembaga pendidikan keagamaan di Pandeglang diharapkan lebih siap mengakses program pemberdayaan dan perlindungan sosial,” harapnya.

Ia menambahkan, melalui sinergi BPJS Ketenagakerjaan, Kemenag Pandeglang, dan seluruh mitra pontren, diharapkan terbentuk ekosistem pesantren yang unggul dalam pendidikan dan dakwah, sekaligus kuat dalam perlindungan sosial dan tata kelola kelembagaan.

Selain pembahasan kepesertaan program BPJS, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembinaan pengelolaan Data Education Management Information System (EMIS). Penguatan data EMIS dinilai penting sebagai dasar perencanaan program, validasi kelembagaan, dan sinkronisasi kebijakan pendidikan keagamaan. (Red)

Deni

Recent Posts

Kapolsek Munjul Gerak Cepet Tindaklanjuti Keluhan Warga soal Aktivitas Tambang CV Menara Biru Resources

PANDEGLANG, – Kapolsek Munjul, Polres Pandeglang, Iptu Aep Wahyudin bersama unsur Muspika Kecamatan Munjul menggelar…

22 jam ago

Antisipasi Banjir dan Gagal Panen, Mulyadi Jayabaya Temui Airlangga

JAKARTA, – Ancaman gagal panen mengintai petani saat Indonesia beralih dari kemarau panjang akibat El…

2 hari ago

Forum PAKSI API Banten Tekankan Pentingnya Tanamkan Integritas Berkelanjutan

PANDEGLANG, - Ketua Forum PAKSI API Provinsi Banten, Ratu Syafitri, menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas…

2 hari ago

Polisi Razia THM di Carita Pandeglang, 18 Botol Miras Disita

PANDEGLANG, – Polisi menggelar razia tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.…

2 hari ago

INAKOR Banten Desak Dugaan Material Ilegal di Tol Serang–Panimbang Diusut

PANDEGLANG, – Dugaan penggunaan tanah merah yang berasal dari pertambangan tanpa izin dalam proyek Jalan…

3 hari ago

Truk Tambang Sumbu Tiga Masih Bebas Masuk Kota Pandeglang, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

PANDEGLANG, – Truk sumbu tiga bermuatan material tambang masih bebas melintas di kawasan perkotaan dan…

3 hari ago